Sen. Okt 14th, 2019

Simpang Bekasi Cyber Park Akan Ditutup,Begini Rekayasa Lalu Lintasnya

2 min read
Tiang TOL Becakayu
Tiang TOL Becakayu

PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) selaku operator sekaligus pengelola Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) akan mulai membangun pier atau tiang tol tersebut di perempatan Bekasi Cyber Park (Simpang BCP),akhir Juli 2019 mendatang.

Masalahnya,Simpang BCP merupakan pertemuan tiga jalan utama di Kota Bekasi,yakni Jalan Ahmad Yani (utara-selatan),Jalan Hasibuan (timur),dan Jalan KH Noer Alie (barat arah Jakarta). Adanya sejumlah mal dan pintu tol Bekasi Barat membuat area sekitar Simpang BCP hampir selalu padat setiap hari.

Loading...

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi pun berencana menerapkan rekayasa lalu lintas.

Penyebabnya,selama pembangunan tiang Tol Becakayu,Jalan KH Noer Alie alias Jalan Kalimalang arah Jakarta akan ditutup.

Kendaraan dari Bekasi yang hendak mengarah ke Jakarta akan diarahkan lewat Jalan Kalimalang sisi selatan,depan Mal Metropolitan.

“Untuk kendaraan dari Hasibuan mengarah ke Jakarta,kita sudah siapkan dua skema rekayasa lalu lintas”kata Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Johan Budi Gunawan, Kamis saat ditemui (11/7/2019) sore.

Perencanaan dua skema ini dilakukan setelah Dishub Kota Bekasi menghitung kapasitas dan volume kendaraan.

Skema pertama,jelas Johan, kendaraan dari Jalan Hasibuan yang mulanya bisa langsung menyeberangi Jalan Ahmad Yani ke Jalan KH Noer Alie, harus memutar agak jauh di u-turn kolong jembatan layang Pekayon.

Jelang Simpang BCP,kendaraan baru berbelok kiri menyusuri Jalan Kalimalang sisi selatan arah Jakarta.

“Jika opsi pertama tersebut tidak berjalan baik,kami akan langsung pakai opsi dua,” ujar Johan.

Skema kedua,kendaraan dari Jalan Hasibuan akan diarahkan berbelok ke Jalan Letjen Sarbini selepas Jembatan Presdo. Nantinya,kendaraan akan keluar di Jalan Pengairan samping Giant Mega Bekasi Hypermall.

Dari sana,kendaraan diperbolehkan menyeberang langsung ke Jalan Kalimalang sisi selatan.

“Kami akan menyodet median Jalan Ahmad Yani, supaya (kendaraan) dari Jalan Pengairan sisi selatan Giant bisa lurus langsung ke Kalimalang, walaupun tidak simetris,”ujar Johan.

Jika skema dua yang dipakai, Dishub Kota Bekasi akan menerapkan sistem satu arah pada Jalan Pengairan samping Giant, hanya untuk arah Bekasi ke Jakarta.

“Kami akan pasang pakai traffic light juga di situ,”katanya.

Dari dua skema ini, besar kemungkinan pilihan jatuh pada skema kedua. Pasalnya, pada skema pertama,volume kendaraan yang mesti berputar di u-turn kolong jembatan layang Pekayon mencapai 8.389 unit per jam,termasuk kendaraan besar atau truk dari arah Summarecon Mal Bekasi. Sementara itu, kapasitas jalan hanya menampung 3.430 kendaraan.

Johan menyebut,penutupan Simpang BCP dan pembangunan tiang tol Becakayu baru akan dilakukan usai persiapan rekayasa lalu lintas rampung.(*)

Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading...
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.