Walikota Cilegon Minta Maaf Terkait Ucapannya Sebut Bekasi Kota Macet

Wali Kota Cilegon Edi Ariadi memohon maaf atas pernyataannya bahwa tidak ingin Cilegon seperti Kota Bekasi yang macet dan membawa kerugian,khususnya untuk ekonomi.

Loading...

Edi melakukan klarifikasi melalui video berdurasi satu menit lima detik yang disebar di sejumlah platform lini masa. Diketahui, pernyataan Edi tersebut terlontar saat dirinya usai dilantik pada Rabu (20/2/2019).

“Saya Edi Ariadi Wali Kota Cilegon,pada kesempatan ini ingin mengklarifikasi yang berkaitan dengan statement saya di beberapa media berkaitan dengan Kota Bekasi,”ucap Edi membuka klarifikasinya, Jumat (22/2/2019).

Edi mengungkapkan, yang ia maksud Bekasi macet bukan secara keseluruhan. Dia mengaku tidak bermaksud menyinggung ruas-ruas Kota Bekasi secara umum, tetapi ruas tol yang berada di wilayah kota berjuluk Kota Patriot tersebut.

“Tapi adalah kemacetan yang disebabkan pembangunan jalan. Kan jalan tol itu ada di wilayah Bekasi. Karena itu,kota saya Cilegon tidak ingin terjadi kemacetan seperti itu,” ujarnya.

Dia pun mengaku, secara pembangunan, Kota Bekasi terbilang cepat. Hal tersebut membuat dirinya termotivasi agar bisa sama-sama memajukan Kota Cilegon seperti Kota Bekasi.

“Oleh karena itu, untuk sekali lagi saya mohon maaf atas statement saya untuk Kota Bekasi,masyarakat,legislatif, maupun eksekutifnya. Mudah-mudahan Cilegon bisa menyusul seperti Kota Bekasi, karena sama-sama sebagai kota industri,”tandasnya.

Sementara itu,pada Kamis (21/2/2019),Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi justru menanggapi dengan bangga pernyataan Edi. Menurutnya, kotanya yang macet mengindikasikan suatu kemajuan.

“Saya bangga kalau Kota Bekasi dianggap macet. Kalau gak macet gak akan ada pertumbuhan ekonomi,gak ada kemajuan pendidikan,gak bisa bayar kartu sehat dan lain sebagainya,”ujar Pepen,sapaan akrabnya.

Dia menjelaskan,kemacetan di Kota Bekasi karena terdapat pembangunan empat proyek strategis nasional,yakni Tol Becakayu,LRT, Kereta Cepat Bandung-Jakarta, dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated II.

Keempat pembangunan proyek strategis nasional tersebut membuat arus lalu lintas di jalan arteri Kota Bekasi meningkat karena banyak pengalihan arus dari dalam keluar tol sehingga berdampak pada jalan arteri.

Namun,lanjutnya,dengan pembangunan-pembangunan tersebut tidak secara langsung banyak investasi yang masuk ke Kota Bekasi. Hal tersebut yang kemudian menjadikan taraf ekonomi Kota Bekasi di atas rata-rata nasional.

“Biar aja macet gak apa-apa, yang penting laju pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi di atas rata-rata laju ekonomi nasional,” tandasnya.(*)

Loading...

You may also like...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.