Twitter Desak 330 Juta Penggunanya Untuk Ubah Password Akun

Twiter (ilustrasi)
Twiter (ilustrasi)

 Twitter Inc mendesak lebih dari 330 juta pengguna mereka untuk mengubah kata sandi mereka.

Hal ini dikarenakan telah terjadi ‘kesalahan’ yang menyebabkan beberapa data yang disimpan dalam teks dapat dibaca pada sistem komputer internal daripada disamarkan oleh proses yang dikenal sebagai “hashing”.

Kesalahan itu terkait dengan penggunaan “hashing” tersebut menyebabkan sandi ditulis di log komputer internal sebelum proses pengacakan selesai.

Jaringan sosial ini mengungkapkan masalah ini dalam serangkaian Tweet pada Kamis sore (3/5/2018).

Mereka mengatakan telah menyelesaikan masalah dan penyelidikan internal tidak menemukan indikasi kata sandi yang dicuri atau disalahgunakan oleh orang dalam.

Namun,karena hal ini, mereka mendesak semua pengguna untuk mempertimbangkan mengubah kata sandi mereka.

Perusahaan menyarankan pengguna untuk mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan bahwa akun mereka aman,termasuk mengubah kata sandi dan mengaktifkan layanan otentikasi dua faktor Twitter untuk membantu mencegah akun dari dibajak.

“Kami memperbaiki bug dan tidak ada indikasi pelanggaran atau penyalahgunaan oleh siapa pun,” kata Jack Dorsey,Chief Executive dalam Tweet-nya.

“Namun sebagai tindakan pencegahan, pertimbangkan untuk mengubah kata sandi Anda di semua layanan di mana Anda menggunakan kata sandi ini.”Dilaporkan juga Twitter menemukan bug beberapa minggu yang lalu dan telah melaporkannya ke beberapa regulator.”Kami sangat menyesal ini terjadi,” kata perwakilan Twitter.

Bahkan karena hal ini,harga saham Twitter sempat turun 1 persen dalam perdagangan diperpanjang di $ 30,35. Namun kembali  naik 0,4 persen setelah mereka memberikan laporan.

Sebelumnya Twitter, Facebook juga mengalami hal ini,di mana jutaan data penggunanya telah bocor.
Buat berjaga-jaga, gantilah password akun Twitter Anda! (intisari)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.