Tiga Kecamatan Di Wilayah Kota Bekasi Rawan Terjangkit DBD

Bekasicityzen

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Dezi Syukrawati menyatakan,tiga daerah Kota Bekasi yakni,Kecamatan Bekasi Utara,Bekasi Barat,dan Bekasi Timur paling rawan terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Loading...

Dezi mengatakan,berdasarkan catatan tahun 2018,kasus DBD tertinggi di Kota Bekasi berada di tiga daerah itu.

“Kasus 2018 itu di Kecamatan Bekasi Utara 129 kasus yang meninggal 1,di Bekasi Barat ada 107 kasus,kemudian Kecamatan Bekasi Timur 69 kasus. Ada satu lagi yang meninggal di Kecamatan Jatiasih,”kata Dezi saat ditemui di Kantor Dinkes Kota Bekasi,Kamis (24/1/2019).

Adapun pada tahun 2018 terdapat total 629 kasus DBD di Kota Bekasi dengan dua orang meninggal dunia.Angka kasus itu menurun jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang terdapat 699 kasus dengan dua orang meninggal dunia. Sedangkan, untuk Januari tahun 2019 Dinkes belum selesai merekap data kasus DBD.

Dezi menjelaskan,tiga daerah itu dinyatakan paling rawan DBD karena kepadatan penduduk yang tinggi. Di Bekasi Utara misalnya,mulai banyak muncul perumahan-perumahan baru sehingga kepadatan penduduk bertambah.

“Banyak daerah mulai terbuka seperti perumahan baru. Tanah Bekasi kan bukan perbukitan yah,banyak tanah rawa sebenarnya jadi pada saat ada pengerukan tanah itu nyamuk bergeser ke daerah permukiman. Bisa juga mereka tidak baik dalam pengelolaan lingkungannya,”ujar Dezi.

Pihak Dinkes Kota Bekasi pun tengah fokus untuk menekan angka kasus DBD,khususnya di tiga daerah tersebut. Upaya itu dilakukan dengan menginstruksikan kepada RT dan RW untuk melakukan PSN (Permbersihan Sarang Nyamuk) di rumah masing-masing setiap hari Sabtu.

“Kita juga intens melakukan pelatihan dan budidaya tanaman pengusir nyamuk DBD tingkat Kota Bekasi di tiap Kecamatan,” tutur Dezi.

Diketahui,wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bekasi masih berstatus aman. Mengingat terjadi penurunan kasus DBD dari tahun 2017 ke 2018.

Sedangkan,untuk wilayah Jakarta masuk dalam kategori waspada kejadian luar biasa (KLB) DBD pada Februari dan Maret 2019 ini.

Peningkatan curah hujan dan perubahan iklim sangat berpengaruh terhadap perkembangan Aedes aegypti, nyamuk yang dapat menularkan virus dengue dan menyebabkan penyakit DBD.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI,sepanjang 2018 terjadi 3.362 kasus DBD dengan satu kematian. Pada Januari 2019 ini,tercatat sudah ada 111 kasus DBD

Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Wakil Walikota Bekasi Buka Liga Bola Besar (LBB) Tingkat SMA

Wakil Wali Kota Tri Adhianto Tjahyono membuka acara pembukaan Liga Bola Besar (LBB) antar Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kota Bekasi dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (MGMP-PJOK) bertempat di aula basket Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi, […]

Subscribe US Now