THR Lebaran Cair Lebih Awal,Libur Sekolah Lebih Lama

Kendati libur lebaran masih dua bulan lagi, namun kementerian terkait membuat rencana perubahan terkait arus mudik. Tujuannya untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas di jalur mudik, karena pemudik tidak terkonsentrasi melakukan perjalanan pada hari tertentu saja.

Misalnya terkait wacana percepatan pencairan tunjangan hari raya (THR) dan perpanjangan masa libur sekolah atau setidaknya tidak berbarengan dengan saat mudik/balik Lebaran.

Sekjen Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Sugihardjo mengatakan, kementeriannya telah menyurati Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri terkait dengan usul percepatan pencairan THR. Surat yang terkait dengan perubahan masa libur sekolah juga telah dikirim kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. “(Usul, Red) ini agar tidak terjadi kepadatan lalu lintas saat mudik,” kata Sugihardjo kemarin (12/4).

Menurut dia, percepatan pencairan THR bertujuan agar pemudik bisa lebih awal menjadwalkan kepulangan ke kampung halaman. “Jika turun di akhir (Ramadan, Red), nanti orang akan menunda pulang kampung. Semakin padat menjelang Lebaran,” ucapnya.

 

Upaya Kemenhub tersebut dilakukan agar masyarakat yang akan pulang kampung tidak hanya terpusat pada hari-hari tertentu. Tujuannya tentu kelancaran menuju kampung halaman.

Namun, hingga kemarin, Kemendikbud dan Kemenaker belum menjawab usul tersebut. Meski demikian, persiapan antisipasi kemacetan saat mudik terus dilakukan.

Dari sektor perhubungan, menurut dia, rute tol dari Jakarta ke Surabaya sudah siap digunakan untuk mudik tahun ini. Termasuk beberapa tol yang sedang dibangun, akan digunakan sebagai jalur fungsional. Antara lain tol Batang-Semarang ruas Batang-Krapyak, tol Ngawi-Kertosono ruas Wilangan-Nganjuk,dan tol Pandaan-Malang ruas Pandaan-Purwodadi.

“Di jalur fungsional itu, tidak dikenakan tarif alias gratis,” kata pejabat yang akrab disapa Djojo itu. Namun, pengguna wajib berhati-hati. Sebab, rambu-rambu belum terpasang sepenuhnya.

Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat Ditjen Perhubungan Darat Pandu Yunianto menambahkan, saat ini masih ada sejumlah titik rawan kemacetan di jalur mudik. 
Misalnya saja Nagreg, tol Cawang-Cikarang Utama, dan beberapa pintu keluar tol. Di Jawa Timur, lalu lintas di Mengkreng, Kertosono, juga menjadi perhatian karena jalur yang menyempit.

Menurut dia, Kemenhub bekerja sama dengan beberapa lembaga juga memperbanyak titik istirahat. Pandu menjelaskan, pihaknya tengah membangun beberapa titik untuk rest area di jalan arteri. “Jembatan timbang akan ditutup untuk dijadikan rest area. Kami juga sudah komunikasi dengan kepolisian. Ada beberapa polres atau polsek yang dijadikan tempat istirahat.”

Sementara itu, untuk penanganan kecelakaan, Kemenhub sudah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Rencananya, dibuka layanan 24 jam di puskesmas dan rumah sakit (RS) di sejumlah kota yang menjadi jalur mudik. “Awak angkutan umum juga akan dicek kesehatan sebelum berangkat,” ucapnya.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Menhub Budi Karya Sumadi menegaskan perihal keselamatan berlalu lintas saat mudik. “Roda dua tidak disarankan untuk mudik,” kata dia. Karena itu, Kemenhub menggelar mudik bersama sekaligus untuk mengangkut motor. “Mungkin kami hanya mampu meng-cover 10 persen. Diharapkan, swasta ikut,” imbuhnya.(JP)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: