Ternyata Penjual Miras Oplosan Yang Menewaskan 5 Orang Di Jatasih Adalah Residivis

Tersangka UT (55) penjual miras oplosan yang menewaskan lima orang korban warga RT 05 RW 02, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi,pada Jum’at (20/4/2018),diketahui merupakan seorang residivis.

“UT alias S,ia membuat sendiri miras oplosan. Bahkan pelaku dalam pemeriksaan juga mengaku pernah berurusan hukum atas kasus 170 pengeroyokan,” kata Kanit Reskrim Polsek Jatiasih, Umar Wirahadi Kusuma, Sabtu (21/4/2018).

Untuk kasus pengeroyokan tersebut, tersangka mengaku hanya dihukum selama tiga bulan penjara.

“Tiga bulan saja di penjara. Tadi kalau tidak salah dengar di tahun 1992,” ujarnya.
Tersangka menempatkan miras oplosan yang dibeli para korban dalam kemasan botol teh pucuk ukuran satu liter, dan dijual seharga Rp50 ribu.

Umar menyebut Pasal yang bisa dikenakan kepada tersangka, yakni Pasal 204 KUHP Undang-Undang Pangan dan Undang-Undang Kesehatan. “Ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ujarnya.

 
Sementara itu,UK yang merupakan rekan korban menuturkan,setelah membeli miras oplosan dari pelaku, para korban meminumnya di rumah UK, Senin (16/4). UK sendiri sempat mencicipi miras oplosan tersebut, namun tidak sampai mabuk, lantaran ia hendak berangkat menuju Yogyakarta bersama putrinya.

“Sesudah istri bikin teh dan kopi, saya sempat cicipi segelas minumannya. Kemudian saya pergi ke Jogja dengan anak saya,” paparnya.

 

Pasca mengkonsumsi miras oplosan, malam harinya para korban mulai mengalami gejala mual,muntah,pusing dan hilang penglihatan. Korban lalu dilarikan pihak keluarga ke rumah sakit demi mendapatkan perawatan.

Saat berangkat menuju Yogyakarta,UK mendapat pesan Whatsapp yang memberitahukan bahwa keenam rekannya telah dilarikan ke rumah sakit.

“Ada WA masuk,katanya keenam korban pada masuk rumah sakit. Saat itu saya sedang berada di bus dalam perjalanan ke Jogja,” katanya.

Sesampainya kembali di Bekasi, UK terkejut mendapat kabar jika lima rekannya telah tewas,dan hanya satu yang berhasil selamat. “Kalau saya kemarin tidak pergi mengantar anak saya,mungkin kejadian itu juga menimpa saya akibat meminum oplosan,” ujarnya.

 
Sebelumnya,kelima korban yang seluruhnya pria paruh baya,tewas dalam rentan waktu berbeda. Alfian (52) meninggal lebih dulu pada Rabu (18/4/2018). 

Keesokan harinya, Kamis (19/4/2018) dua rekannya Yoppy (45) dan Hermadi (57) ikut tewas di RS Kartika Husada. Kemudian menyusul Herry (57) dan Jacky (45) meninggal dunia pada Jum’at (20/4/2018) di RS Masmitra.

Sementara satu korban selamat, Indra (38) warga Perumahan Kodau RT 06 RW 02, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, masih menjalani rawat jalan. Kini polisi masih terus mendalami kasus ini dengan meminta keterangan tersangka dan sejumlah saksi.(okzn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.