Sen. Sep 16th, 2019

Tanah Longsor Ancam 5 Kelurahan di Kota Bekasi

2 min read
Tanah longsor di kali bekasi Jalan Cipendawa Baru
Tanah longsor di kali bekasi, Jalan Cipendawa Baru Bojong menteng Rawalumbu,Kota Bekasi

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bekasi beberapa bulan ini berpotensi menimbulkan tanah longsor. Sedikitnya ada lima kelurahan di Kota Bekasi yang berpotensi terjadi tanah longsor pada 2019 ini.

“(Yaitu di) Kelurahan Bojong Rawalumbu,Bojong Menteng, Sepanjang Jaya,Marga Jaya, dan Margahayu,” ujar Wakasatgas Badang Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi Rabu (2/1/2019).

Loading...

Karsono menyebut kelima kelurahan yang berpotensi terjadi tanah longsor itu berada di sepanjang aliran Kali Bekasi. Menurutnya, penyebab utama tanah longsor adalah curah hujan yang tinggi.

Mengacu pada data BMKG, Karsono menyebut curah hujan tinggi berpotensi terjadi pada Januari 2019. Karsono mengimbau warga bersiaga.

“Tetap berhati-hati dan waspada dengan kejadian sudah berlangsung. Tapi kalau memang ada pergeseran,mengungsilah dulu ke tempat yang aman, yang jauh dari kali,” ujar Karsono.

Karsono mengatakan, selain tanah longsor,sejumlah bencana perlu diwaspadai warga Bekasi selama 2019,di antaranya banjir dan angin puting beliung. BPBD Kota Bekasi bersiaga 24 jam untuk menerima laporan warga.

“Jaga darurat bencana SK (surat keputusan) dari Gubernur Jabar dari bulan November 2018 sampai Mei 2019 itu waspada siaga banjir,angin puting beliung, serta longsor,” ujar Karsono.

Sementara itu,Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi Arief Maulana mengatakan pihaknya mengusulkan batu bronjong untuk mencegah tebing longsor di bantaran Kali Bekasi.

“Kita akan ajukan pembangunan tanggul minimal dengan batu bronjong,” ujar Arief saat dihubungi terpisah.

Arief mengatakan antisipasi dengan batu bronjong sifatnya hanya sementara. Menurutnya, penanganan longsor Kelurahan Sepanjang Jaya lebih baik menggunakan tanggul permanen.

“Harusnya tanggul permanen, sistemnya harus tanggul permanen, dibor. Kalau tanggul batu bronjong itu sifatnya sementara. Kalau permanen, itu harusnya sistem bor,” ujar Arief.

Ia menambahkan, pihaknya akan melayangkan surat pemberitahuan kepada Kementerian PUPR terkait longsor di Sepanjang Jaya dan Rawalumbu. Ia berharap pemerintah pusat cepat memberi respons.

“Imbauan itu yang pertama dengan melihat kondisi cuaca yang tidak menentu supaya jangan sampai bermain-main di DAS (daerah aliran sungai) karena sangat berbahaya. Jadi hindari saja aktivitas yang dilakukan di DAS. Kedua, warga tolong jangan buang sampah di kali. Karena dampaknya ke banjir,” ujar Arief.(dtk)

Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading...
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.