Tahanan Muslim Di Penjara Amerika Diberi Makan Sahur Dari Olahan Babi

Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) pada hari Selasa (22/05/2018) telah mengajukan gugatan terhadap Lembaga Pemasyarakatan Anchorage atas dugaan melanggar ketentuan konstitusi yang melarang bentuk hukuman yang kejam dan tidak wajar.

Seorang hakim federal sudah menetapkan sebuah perintah penahanan pada hari Kamis yang memaksa para penjaga/sipir penjara di Alaska itu untuk menghentikan tindakan mereka memberikan menu babi terhadap tahanan Muslim saat berbuka puasa. Demikian menurut pernyataan sejumlah pegiat hak asasi manusia.

CAIR mengatakan,Pengadilan Negeri AS di Alaska telah mengabulkan permintaan mereka berupa sebuah perintah darurat sementara yang mewajibkan para sipir memberikan makanan yang cukup dan layak sesuai dengan panduan kesehatan pemerintah.

Dalam satu pernyataannya,lembaga non-pemerintah yang bermarkas di Washington itu mengatakan,“CAIR telah melaporkan adanya tindakan fanatisme intoleran yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap komunitas Muslim Amerika dan kelompok minoritas lainnya sejak Donald Trump terpilih menjadi presiden.”

Di seluruh dunia saat ini Muslim sedang menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan, mereka berpuasa sejak fajar hingga maghrib, yang berarti mereka tidak makan dan minum selama sekitar 18 jam di kompleks pelabuhan Anchorage,Alaska.

Para tahanan Muslim yang menjalani puasa hanya diberikan jatah makanan yang setara dengan 1.100 kalori per hari. Padahal, jumlah itu jauh lebih sedikit daripada jumlah kalori yang direkomendasikan menurut panduan kesehatan pemerintah Amerika sebesar 2.500 kalori bagi laki-laki.

Dilihat dari paket-paket berisi jatah makanan yang terbuat dari bahan babi, yang jelas-jelas dilarang dalam Islam,kita juga bisa melihat bagaimana kualitas nutrisi dan nilai gizi yang terkandung sebenarnya sangat tidak layak dan kurang mencukupi.

Menurut CAIR,perlakuan terhadap para tahanan Muslim tersebut melanggar UU Penggunaan Tanah Agama dan Kelembagaan Orang (RLUIPA) tahun 2000, termasuk juga melanggar ketentuan dalam Amandemen I dan Amandemen XIV hak-hak asasi manusia tentang perlindungan dan kebebasan menjalankan ajaran agama.

Gugatan Dewan Hubungan Islam-Amerika tersebut menuntut dipenuhinya makanan dengan gizi seimbang bagi para tahanan, dan juga menuntut adanya perubahan kebijakan,kompensasi, dan ganti rugi terhadap korban atau pihak-pihak yang dirugikan.

Di Amerika Serikat, bulan Ramadhan dimulai tanggal 16 Mei dan akan berakhir pada sekitar 15 Juni mendatang.(kiblat)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.