Sering Bikin Onar, Enam Preman Di Ciduk Polisi, Dua Tewas Ditembak

Ilustrasi
Ilustrasi

Polres Metro Bekasi berhasil meringkus enam orang preman yang biasa melakukan tindak kejahatan di wilayah Bekasi.

Dari enam preman yang ditangkap, dua diantaranya terpaksa ditembak mati petugas lantaran melakukan perlawanan saat diamankan.

Wakapolres Metro Bekasi, AKBP Wijonarko mengatakan, kronologis kejadian bermula ketika enam orang preman memeras salah satu korban bernama ASP, di Pos Parkir Blu Mall, Jalan Chairil, Bekasi Timur, Senin (26/2/2018).

Baca: Kenali Jenis Bahan Bakar yang Baik untuk Kendaraanmu, Jangan Sampai Salah Pilih

Salah satu pelaku bernama Tompel mengancam dan menodong korban dengan senjata api kemudian mengambil uang sebesar Rp 1.335.000.

Tidak sampai disitu, keenamnya lalu melakukan hal serupa di Pos Parkir Bekasi Town Square (Betos) yang berada di Jalan Cut Mutia, Bekasi Timur.

“Setelah berhasil mengambil uang, keenamnya kabur,” jelas Wijonarko, di Mapolres Metro Bekasi, Jalan Pramuka, Beaksi Selatan, Selasa (27/2/2018).

Setelah adanya laporan dari korban, polisi langsung mengejar dan berhasil menangkap pelaku Tompel di wilayah Bantar Gebang.

Namun pada saat ditangkap, pelaku Tompel berusaha melawan dengan mencoba melukai petugas dengan senjata tajam.

“Pelaku Tompel kita tindak tegas dengan dilakukan penembakan pada bagian dada,” jelas Wakapolres

Kemudian setelah berhasil membekuk Tompel, polisi kembali mencari pelaku lain yakni R, HS, IS, MUS, dan FAM.

“Kelimanya diamankan di dekat Jalan layang Cut Mutia,” ungkap Wijonarko.

Pada saat ditangkap, salah satu pelaku yakni R yang juga memegang senjata api mencoba melawan petugas dengan cara mendorong dan hendak mengacungkan senjat api.

Polisi kembali mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan pelaku R tepat di bagian dada.

“Keduanya tewas dan dibawa ke RS Keramat Jati, Jakarta Timur,” papar Wijonarko.

Untuk keempat pelaku, polisi menjerat pasal 365 tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman paling lama sembilan tahun penjara.

Dari tangan pelaku, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa, satu senjata api rakitan beserta empat buah amunisi, empat buah senjata tajam, satu buah telepon genggam dan uang tunai sebesar Rp 467 ribu.

Salah satu pelaku saat dimintai keterangan pihak kepolisian mengaku, Tompel merupakan ketua kelompok preman yang kerap membuat onar.

Setiap melakukan aksinya, kelompok preman pimpinan Tompel tidak segan memgancam bahkan sampai melukai korban.

Diketahui, kelompok teraebut sudah beroperasi di sekitar kawasan Terminal Bekasi, Jalan Cut Mutia, dan Pasar Bantar Gebang sejak 2011.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.