Ming. Okt 20th, 2019

Serahkan Satwa Awetan Ke BKSDA,Mendagri Tjahjo Kumolo Tak Diberikan Sanksi

2 min read


Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tidak dikenakan sanksi terkait kepemilikan satwa langka awetan karena sukarela menyerahkan koleksi itu ke pemerintah, kata Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Awen Supranata, kepala BKSDA Jakarta, mengatakan pihaknya telah menerima lima harimau dan dua beruang madu yang diawatkan itu pada Senin (15/02). Rencananya, ini akan dijadikan koleksi bagi museum yang kekurangan spesimen atau dikirim untuk penelitian.

Loading...

Menyimpan satwa langka yang diawetkan menurut UU dapat dikenakan sanksi lima tahun penjara dan denda Rp100 juta. Namun, menteri dalam negeri tidak diberikan sanksi.
“Bagi masyarakat yang menyerahkan sukarela, diberikan dispensasi tidak ada sanksi hukum yang diterapkan,” kata Awen  “Tetapi kalau kami mengadakan sweeping itu lain lagi ceritanya.”

Penyerahan satwa awetan dilakukan Tjahjo Kumolo setelah mendapat kritik keras dari aktivis pecinta satwa di media sosial.

Ini dipicu oleh tayangan wawancara selama satu jam di sebuah televisi, pada Jumat (12/02) malam, di mana Tjahjo menunjukkan sejumlah koleksi satwa langka tersebut. Kelompok pecinta satwa lantas menggunggah foto tayangan itu di Facebook dan mempertanyakan, “Bagaimana menurut pendapat Anda tentang pejabat negara yang mengkoleksi satwa dilindungi seperti ini?”

Pengguna media sosial lalu mengkritik. “Kok bangga, harusnya malu Pak,” kata salah satu pengguna. Lainnya mengatakan, “pejabat sekelas menteri saja tidak mengerti mengerti hukum perlindungan satwa.”
Ketua Profauna Indonesia Rosek Nursahid menyayangkan adanya pejabat yang “bangga memamerkan koleksi awetan satwa liar dilindungi” dan dia khawatir jika praktik itu ditiru oleh masyarakat.
Mendagri,dalam sejumlah kicauan mengatakan akan menyerahkan satwa awetan tersebut ke BKSDA.

Walau tindakan Tjahjo menyerahkan koleksinya diapresiasi,sejumlah pengguna media sosial masih mempertanyakan. “Apa dengan penyerahan koleksi awetan sudah menutup kasus ini?” tanya pengguna Facebook dengan nama Dave Id. Lainnya mengatakan percuma, karena tidak ada efek jera.

Menyimpan satwa yang dilindungi–termasuk memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain–dilarang oleh Undang-Undang 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Namun,Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar, mengatakan ada pengecualian untuk yang memiliki izin. Maka itu, dia mengatakan perlu cek apakah Tjahjo memiliki izin atau tidak. “Sedang kita cek ya,” katanya.

Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading...
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.