Sepi Penjualan iPhone,Foxconn Pangkas Gaji Buruhnya

Perakitan dan pengemasan gadget di pabrik Foxconn Technologies Group.
Perakitan dan pengemasan gadget di pabrik Foxconn Technologies Group

Penjualan produk Apple yang lesu ternyata berdampak sistemik hingga ke negeri China. Perusahaan pihak ketiga yang merakit iPhone,Foxconnterpaksa memotong gaji dan tunjangan para karyawannya.

Dilansir dari South China Morning Post,Sabtu (2/3/2019), menyebutkan bahwa gaji para karyawan telah dipotong pada akhir tahun lalu, dan hal ini dianggap sebagai sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pengalaman mereka.

Seorang pekerja Foxconn,yang menolak menyebutkan namanya, mengatakan bahwa musim produksi puncak iPhone tahun lalu hanya berlangsung singkat yaitu 20 hari.

Akibatnya,perusahaan terpaksa memotong gaji para karyawannya dari sekitar 4.000 yuan (US$ 598) pada Oktober menjadi 3.000 yuan pada November 2018.

Sementara gaji pokok untuk pekerja di Zhengzhou adalah 2.100 yuan (US$ 314) per bulan, atau turun menjadi sekitar 1.500 yuan setelah dipotong pajak, biaya pensiun dan pengurangan wajib lainnya. Padahal gaji rata-rata untuk seorang pekerja di kota Zhengzhou pada 2018 adalah 6.929 yuan (US$ 1.035) per bulan.

Tidak hanya itu saja,berbagai fasilitas yang seharusnya diterima pekerja juga dikurangi Foxconn. Misalnya layanan transportasi kapal gratis dihentikan.

Juga layanan laundry gratis juga disetop yang mengakibatkan mereka harus harus membayar 7 yuan (US$ 1) untuk mencuci banyak cuciaan, sementara dry cleaning dan biaya mantel sebesar 18 yuan (US$ 2,7), dimana penghasilan bulanan sekitar mereka 2.000 yuan (US$ 299) hingga 3.000 yuan.

Menurut Bloomberg,Foxconn berencana untuk memangkas biaya produksi sebesar 20 miliar yuan (US$ 3 miliar) pada tahun 2019 karena menghadapi tahun yang sulit.

Data menunjukkan bawa pengeluaran Foxconn pada 2018 sekitar 46,2 miliar yuan (US$ 6,9 miliar),yang berarti anggarannya untuk 2019 akan dipotong hampir setengahnya.

Kondisi kerja di dalam pabrik perakitan terbesar di dunia, yaitu Zhengzhuo, ibu kota provinsi Henan,Tiongkok Tengah terjadi perubahan seiring melambatnya permintaan untuk ponsel yang menyebabkan gaji dan manfaatkan yang diberikan kepada karyawan dipangkas.

Namun,penurunan tajam dalam penjualan iPhone sejak pertengahan tahun lalu,sebagian besar karena permintaan dari China yang melambat.

Data Kementerian Perdagangan China menunjukkan ekspor ponsel Henan-sebagian besar dikumpulkan di fasilitas Foxconn diharga sebesar 211,6 miliar yuan (US$ 31,6 miliar) pada 2018, menyumbang 38,4% dari ekspor provinsi.

Data pengiriman terbaru Foxconntidak tersedia, tetapi informasi yang dirilis oleh administrasi bea cukai Zhengzhou menunjukkan bahwa ekspor ponsel Henan anjlok 23,7% pada Januari dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

CEO Apple Tim Cook mengumumkan,bahwa pada Januari terjadi penurunan sebesar 5% dalam pendapatan perusahaan di kuartal keempat 2018.

Hal ini disebabkan melemahnya permintaan untuk iPhone baru di China dan sedikitnya peningkatan penjualan telepon di belahan dunia lain. Alhasil, harga saham Apple telah turun sekitar 25% sejak puncaknya pada Oktober 2018.

Di kutip dari: tribuntechno

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.