Sebagian Lahan Pertanian Di Kota Bekasi Dimiliki Pengembang

Panen Raya petani dan walikota bekasi

Panen Raya petani dan walikota bekasi,Ahad (2/2/2018)

Lahan pertanian produktif di Kota Bekasi bukan milik petani,tetapi dimiliki pengembang. Para petani hanya diberi kewenangan menggarap lahan,sebelum pengembang membangun perumahan.

“Sekitar 80% lahan pertanian yang masih produktif dimiliki pengembang. Para petani hanya menggarap lahan saja,” ujar Kepala Dinas‎ Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, Momon Sulaiman, Sabtu (15/9).

Loading...

Luas wilayah Kota Bekasi mencapai 21.000 hektare (210 km2),sedangkan lahan pertanian yang tersisa saat ini sekitar 475 hektare. Itu pun,hampir 80% di antaranya lahannya merupakan milik pengembang, yang setiap saat dibangun permukiman.

Meski begitu, kata dia,Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berupaya meningkatkan kesejahteraan para petani melalui bantuan dana pengadaan alat-alat pertanian, pompa air hingga pelatihan bagi para petani.

“Kami rutin melakukan pertemuan dengan para petani untuk mengembangkan atau meningkatkan hasil panen mereka meskipun dengan lahan yang sangat terbatas,” ungkapnya.

Saat ini,ada sekitar 400 petani yang memiliki kartu tani,yang dikeluarkan pemerintah daerah. “Keanggotaan mereka langsung nge-link ke pemerintah pusat.

Pemerintah daerah berupaya meningkatkan kesejahteraan mereka, misalkan dengan pemberian bantuan pompa air agar musim kemarau ini mereka tetap produktif‎,” katanya.

Sehingga,musim panen tidak terganggu saat kemarau. “Saat menghadapi musim kemarau ini,kami telah menyediakan mesin pompa air untuk mengairi lahan-lahan pertanian yang masih produktif. Ini kan membantu para petani kita agar periode panennya tidak terganggu,” tuturnya.

Jenis tanaman yang masih dipertahankan para petani di antaranya padi, jagung, dan sayuran. “Sekali lagi, mereka hanya bisa menggarap lahan milik pegembang ini. Sewaktu-waktu dibangun perumahan,” bebernya.

Tak heran,kata dia,tiap tahun lahan pertanian di Kota Bekasi semakin menyusut. ‎”Lahan di Kota Bekasi saat ini sudah tinggi sekali nilai jualnya, karena memang terbatas,” katanya.
Pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak untuk mempertahankan luas lahan pertanian itu.‎(*)

beritasatu

Loading...

You may also like...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.