Sebab Memuliakan Buruh,Doanya Pun Didengar Langsung Oleh Allah

Islam menganjurkan umatnya untuk selalu berbuat baik kepada para buruh/pekerja. Dalam banyak hadisnya, Rasulullah SAW memuliakan kaum buruh dan memenuhi hak-hak mereka sebelum keringatnya kering. 

Berikutnya ketika ada yang tidak mengindahkan anjuran ini, beliau ingatkan dengan sebuah hadits qudsi bahwa Allah Ta’ala berfirman;

“Ada tiga orang dimana saya akan menjadi musuhnya pada hari kiamat: Orang yang berjanji dengan menyebut nama-Ku lalu dia melanggar janji,Orang yang menjual orang yang merdeka lalu dia menikmati hasil penjualannya tersebut,dan Orang yang mempekerjakan orang lain, namun setelah orang tersebut bekerja dengan baik upahnya tidak dibayarkan,” (HR. Bukhari)

Demikian juga sebaliknya,Rasulullah juga menyebutkan tentang keutamaan terhadap siapa saja yang memuliakan kaum buruh. Salah satu keutamaannya ialah menjadi salah satu wasilah terkabulkannya do’a yang ia pintakan kepada Allah Ta’ala.

Dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik,Rasulullah SAW menuturkan sebuah kisah tentang tiga orang yang terperangkap dalam gua. Lalu ketiga orang ini bertawasul dengan amalannya masing-masing.

 Setelah dua orang selesai bertawasul, tibalah giliran orang yang ketiga mengangkat tangannya lalu dia bertawasul dengan berkata:

اللَّهُمَّ إِنِّى اسْتَأْجَرْتُ أُجَرَاءَ فَأَعْطَيْتُهُمْ أَجْرَهُمْ ، غَيْرَ رَجُلٍ وَاحِدٍ تَرَكَ الَّذِى لَهُ وَذَهَبَ فَثَمَّرْتُ أَجْرَهُ حَتَّى كَثُرَتْ مِنْهُ الأَمْوَالُ ، فَجَاءَنِى بَعْدَ حِينٍ فَقَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ أَدِّ إِلَىَّ أَجْرِى . فَقُلْتُ لَهُ كُلُّ مَا تَرَى مِنْ أَجْرِكَ مِنَ الإِبِلِ وَالْبَقَرِ وَالْغَنَمِ وَالرَّقِيقِ . فَقَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ لاَ تَسْتَهْزِئْ بِى . فَقُلْتُ إِنِّى لاَ أَسْتَهْزِئُ بِكَ . فَأَخَذَهُ كُلَّهُ فَاسْتَاقَهُ فَلَمْ يَتْرُكْ مِنْهُ شَيْئًا ، اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ . فَانْفَرَجَتِ الصَّخْرَةُ فَخَرَجُوا يَمْشُونَ

“Ya Allah,aku dahulu pernah mempekerjakan beberapa pegawai lantas aku memberikan gaji pada mereka. Namun ada satu yang tertinggal yang tidak aku beri.Malah uangnya aku kembangkan hingga menjadi harta melimpah.

Suatu saat ia pun mendatangiku. Ia pun berkata padaku, “Wahai hamba Allah, bagaimana dengan upahku yang dulu?”

Aku pun berkata padanya bahwa setiap yang ia lihat itulah hasil upahnya dahulu (yang telah dikembangkan), yaitu ada unta,sapi,kambing dan budak.
Ia pun berkata,“Wahai hamba Allah, janganlah engkau bercanda.”
Aku pun menjawab bahwa aku tidak sedang bercanda padanya. Aku lantas mengambil semua harta tersebut dan menyerahkan padanya tanpa tersisa sedikit pun.

Ya Allah,jikalau aku mengerjakan sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan wajah-Mu,maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi kami ini”. Lantas goa yang tertutup sebelumnya pun terbuka, mereka keluar dan berjalan. (HR. Bukhari-Muslim)

Kisah ini menunjukkan bahwa salah satu amal baik yang bisa kita jadikan tawasul dalam berdoa adalah memuliakan buruh. Tersebab kebaikan yang diberikan kepada buruh,Allah pun mengabulkan permohonan orang tersebut dikala ia terjepit dengan masalah. 

Dengan catatan bahwa amalan yang dilakukannya itu semata-mata karena mengharap wajah Allah Ta’ala. Ia lalukan dengan ikhlas untuk mensejahterakan pekerjanya dan bukan atas dasar ada kepentingan yang lain.(*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: