Sen. Sep 16th, 2019

Ribuan Ikan Sapu-Sapu Mati Di Curug Parigi Bekasi Bantargebang

2 min read
to: Ribuan ikan sapu di Curug Parigi, Bekasi ditemukan mati (dok. Istimewa)
Ribuan ikan sapu di Curug Parigi, Bantargebang ditemukan mati (dok. Istimewa)

Ribuan ikan sapu-sapu ditemukan mati di Curug Parigi, Bantar Gebang, Bekasi. Kematian mendadak ribuan ikan sapu-sapu itu diduga akibat keracunan.

“Jadi lokasinya itu adalah di Curug Parigi. Curug Parigi itu menjadi tempat wisata di Kota Bekasi ya, nah itu ribuan ikan sapu-sapu ditemukan kemarin siang jam 12.30 WIB saya temukan (dalam keadaan mati),” kata Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) Puarman Kamis (13/9/2018).

Loading...

Kematian ikan sapu-sapu ini mengejutkan Puarman. Sebab, ikan sapu-sapu termasuk ikan yang bertahan dalam kondisi air yang kotor sekalipun. 

“Padahal kita tahu bahwa ikan sapu-sapu adalah ikan yang sangat kuat terhadap air kotor ya, air keruh sekalipun. Nah banyak ikan sapu-sapu ini bisa mati di sana gitu loh, dan jumlahnya sangat banyak itu kan,” imbuhnya.

Puarman curiga,kematian ribuan ikan sapu-sapu ini akibat air tercemar limbah pabrik yang ada di Bekasi maupun di Bogor.

“Ini mengindikasikan bahwa memang pencemaran di Kali Cileungsi ini sudah sangat berat ya, ini ikan sapu-sapu adanya di Curug Parigi di Kali Cileungsi ya, sedikit lagi ke bawah namanya Kali Bekasi gitu, jadi ini hulunya Kali Bekasi gitu,” paparnya.

Ribuan ikan sapu-sapu ini ditemukan mengambang di pinggir curug. Sebagian ditemukan di bebatuan dan di air dangkal.
“Cuma yang aneh kan ikan sapu-sapu kan terkenal kuat ya, tapi malah mati. 
Bayangkan kalau ikan sapu-sapu aja mati, berarti tidak ada lagi ikan-ikan di Kali Cileungsi dan Kali Bekasi. Makanya bapak tidak akan lagi melihat pemandangan orang memancing di sungai,” tuturnya.

Temuan ribuan ikan mati ini telah dia laporkan ke Dinas Lingkungan Hidup hingga ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Dia berharap segera ada tindakan dari pemerintah terkait kejadian ini.

“Sudah, kami sudah lapor ke DLH Bekasi, kami sudah lapor ke DLH Bogor dan kami sudah melapor ke Kementrian Lingkungan Hidup pusat. Nah tiga-tinga sudah memberikan respon, dan jujur respon yang paling bagus itu DLH Bekasi, karena DLH Bekasi itu pabriknya langsung ditindak, disegel sampai sekarang sudah 4 yang disegel. Di Bogor satupun (pabrik) tidak ada (yang disegel),” tandasnya.(*)
detik

Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading...
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.