Restorasi Kali Bekasi Perlu Dipercepat Agar Tak Menjadi Ancaman Banjir Dan Pencemaran

Kali Bekasi
Kali Bekasi

Restorasi Kali Bekasi yang saat ini kian parah kondisinya perlu disegerakan. Kali Bekasi perlu penanganan yang komprehensif agar tak lagi menjadi ancaman penyebab banjir banjir atau pencemaran.
 
Pencemaran Kali Bekasi tak surut, bahkan seperti kian tak terkendali. Akibat tercemar, membuat air Kali Bekasi berwarna hitam pekat dan mengeluarkan bau amis dari ikan yang mati akibat keracunan. Seharusnya segera ada tindakan nyata dari pemerintah untuk segera menangani situasi ini.
 
Kasus pencemaran Kali Bekasi tak bisa dianggap remeh. Apalagi, ada dugaan 20-an perusahaan yang berada di bantaran Kali Bekasi membuang limbah langsung ke Kali Bekasi. Kali Bekasi kian tercemar limbah industri. Padahal, Kali Bekasi merupakan sumber air baku produksi air Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Patriot yang diperntukan bagi 30 ribu lebih pelanggan.
 
Berdasarkan kondisi Kali Bekasi saat sekarang yang sangat memprihatinkan itu, patut didukung upaya-upaya untuk mendorong penanganan secara serius dan segera. Kondisi ini perlu intervensi pemerintah pusat atas kondisi Kali Bekasi. Apalagi kondisi ini melibatkan banyak pihak, termasuk antarpemeritahan di wilayah satelit Jakarta.
 
Kami warga Bekasi menuntut perhatian lebih dari pemerintah pusat terhadap pencemaran yang terjadi di Kali Bekasi, karena yang menjadi korban adalah buruknya pasokan air bersih bagi kami yang tinggal di hilir sungai.
 
Secara umum, penanganan restorasi Kali Bekasi memang tak seharusnya dibebankan ke Pemerintah Kota Bekasi semata. Apalagi aliran Kali Bekasi berhulu dari aliran Kali Cileungsi dan Kali Cikeas yang berada di Kabupaten Bogor. Kewenangan Pemkot Bekasi jelas tidak bisa menjangkau hingga wilayah tersebut. Mesti ada sinergi dengan pemkab Bogor.
 
Untuk mempercepat koordinasi, perlu campur tangan pemerintah provinsi Jawa Barat, pemerintah pusat, dan juga Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane untuk melakukan penanganan menyeluruh di Kali Bekasi.
 
Yang mendesak pula dilakukan terhadap Kali Bekasi adalah pengerukan sedimentasi yang sudah sangat tebal. Selain itu, perlu penambahan penampang Kali Bekasi guna menambah daya tampung saat musim hujan tiba.
 
Sedimentasi tersebut berpotensi menimbulkan banjir bila air sungai meluap. Bahaya mengancam masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai. Kalau sudah terjadi penyumbatan, bakal rawan banjir, khususnya di saat musim hujan seperti sekarang. Kali Bekasi bahkan salah satu DAS yang mendesak dinormalisasi akibat faktor sedimentasi.
 
Banjir di bantaran sungai tersebut diakibatkan air kiriman dari Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang bertemu di Perumahan Pondokgede Permai, Jatiasih sebagai hulu Kali Bekasi.
 
Menurut catatan dan evaluasi Beppeda Kota Bekasi, dalam kurun tiga tahun terakhir, perjalanan air dari Bogor semakin cepat sampai di Kali Bekasi. Hanya membutuhkan waktu rata-rata dua hingga tiga jam. Padahal pada kurun 2015, perjalanan air dari Cileungsi menuju Kali Bekasi membutuhkan waktu paling cepat empat hingga enam jam.
 
Maka, sudah selayaknya fokus penanggulangan banjir yang dilakukan pemerintah daerah maupun Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung- Cisadane (BBWSCC) tidak hanya infrastruktur bantaran, tetapi juga pada daerah aliran sungainya sebagai pemicu banjir.
 
Jika sudah tanpa sedimentasi dan sudah ada penambahan luas penampang air, maka Kali Bekasi tak akan meluapkan air ke permukiman di sepanjang bantarannya saat musim hujan tiba. Semoga segera mendapatkan penanganan yang komprehensif.(investordaily)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.