Presiden Afghanistan Dituntut Akhiri Perang Dan Usir Pasukan Asing

Foto: Warga Afghanistan melakukan long march untuk mengajukan tuntutan kepada Presiden Asraf Ghani.
Foto: Warga Afghanistan melakukan long march untuk mengajukan tuntutan kepada Presiden Asraf Ghani.

Ratusan warga Afghanistan mengajukan daftar tuntutan kepada Presiden Ashraf Ghani di ibu kota Kabul setelah melakukan long march berbulan-bulan di seluruh negeri dalam protes damai terhadap perang yang sedang berlangsung.

Mereka tiba di Kabul pada Senin (18/06/2018) dan langsung disambut penduduk dengan makanan dan minuman setelah perjalanan mereka yang dimulai dari provinsi Helmand.

Demonstrasi damai ini dipicu setelah ledakan bom mobil di Helmand,dekat stadion olahraga selama pertandingan gulat pada 23 Maret. Ledakan menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai puluhan lainnya. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Para demonstran menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Ghani. Yakni gencatan senjata antara Taliban dan pasukan pemerintah,perundingan antara kedua pihak untuk menghasilkan undang-undang yang disepakati oleh kedua pihak dan penarikan pasukan asing.

“Kami mengatakan kepada Ashraf Ghani bahwa dia harus bertindak atas tuntutan kami,”kata Iqbal Khyber,kepala konvoi, mengatakan kepada Al Jazeera. “Dia mengatakan kepada kami bahwa tuntutan kami akan dipenuhi. Tetapi jika Taliban terus menyerang kami,kami harus mempertahankan diri.”

Para demonstran juga memberitahukan tuntutan tersebut kepada Taliban.
Taliban berjuang untuk mengusir pasukan asing dari Afghanistan dan menerapkan kembali hukum Islam di negara.
Pemerintah dan Taliban mengumumkan gencatan senjata sementara untuk Idul Fitri, yang menandai akhir bulan suci Ramadhan.

Gencatan senjata itu dirayakan di seluruh negeri dan banyak warga Afghanistan menyebut beberapa jam tenang dengan “mimpi yang menjadi kenyataan”.

Taliban melanjutkan operasi mereka pada hari Ahad tetapi pemerintah memperpanjang gencatan senjata, yang akan berakhir pada 20 Juni,10 hari.

Para demonstran dirawat di Kabul karena mengalami dehidrasi dan masalah medis lainnya tetapi mereka bersumpah untuk melanjutkan upaya mereka dalam memulihkan perdamaian.

“Situasi di Afghanistan menjadi sangat buruk sehingga dalam beberapa serangan, tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab,” kata Khyber. “Kami berada di depan wajah perang dan kematian yang buruk. Kami harus menghentikannya.”(kiblat)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.