Preman Berkedok Ormas Palak Mandor Bangunan Toko Di Taman Galaxy

Tanda terima duit Rp 500 ribu yang diminta oleh preman berkedok ormas. (

Tanda terima duit Rp 500 ribu yang diminta oleh preman berkedok ormas. 

Empat preman yang mengaku dari perwakilan lima Ormas di Bekasi kembali datang untuk meminta uang sebesar Rp 5 juta terhadap mandor bangunan yang sedang renovasi sebuah ruko di Ruko Taman Galaxy Blok A,Bekasi Selatan,Kota Bekasi.

Hal tersebut diakui Lukman Hakim salah satu anak buah mandor mengaku setelah salat Jumat keempat preman tersebut kembali datang dan meminta uang sisa sebesar Rp 4,5 juta. Namun ia langsung menyerahkan kepada atasannya.

“Iya abis salat Jumat dia udah datang duduk dekat ruko. Saya langsung dipanggil dan dia minta uang sisanya. Saya langsung serahkan saja ke Bu Dewi atasan saya,” ucap Lukman Hakim, Jum’at (14/9/2018).

Selain itu, seorang saksi mata bernama Dede (21) melihat keempat preman tersebut sempat terjadi percekcokan dengan mandor yang bernama Dewi (40). Sang mandor menolak untuk memberi uang sebesar Rp 4,5 juta.

“Tadi empat orang itu datang lagi, Bang, yang pertama kan kemarin hari Selasa nah hari ini tadi datang. Dia minta sisa uang katanya. Tadi sih sempat cekcok sama Bu Dewi,” ucap Dedi (21) karyawan toko baju disamping TKP.

Dede melanjutkan,para preman tersebut sempat mau merampas ponsel milik mandor yang sedang mereka keempat preman tersebut. “Tadi ponsel Bu Dewi mau diambil sama orang itu, dia takut kayaknya direkam sama Bu Dewi,” lanjutnya.

Seorang kuli bangunan yang sedang merenovasi toko bernama Sugeng Riyadi (30) mengaku sempat diteriaki oleh preman tersebut untuk memberhentikan proses renovasi lantaran tidak diberi uang oleh mandor.

“Tadi diteriaki disuruh berhenti,saya kan lagi ngecat ya saya cuekin aja lanjutin pekerjaan saya,” ucap Sugeng Riyadi (30)
Sugeng mengaku takut jika terjadi tindakan kekerasan yang dilakukan preman tersebut. “Ya takut mereka melakukan kekerasan,” jelasnya.

Percekcokan tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dari toko baju samping TKP. Dari rekaman tersebut terlihat percekcokan serta adanya usaha perampasan handphone milik mandor yang merupakan seorang wanita.

Sang mandor bernama Dewi mengaku menghubungi pihak kepolisian Polres Metro Bekasi Kota. Tak lama kemudian tiba dua orang Polisi dari Polsek Bekasi Selatan. Saat dua polisi berpakaian preman datang, keempat preman tersebut langsung melarikan diri.

Selanjutnya korban langsung melaporkan hal tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota untuk di proses secara hukum lantaran adanya pungutan liar (pungli) serta ancaman.(kricom)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.