Polisi Kesulitan Kejar Geng Motor Penyerang Tukang Sate Di Bintara

Ilustrasi geng motor (kriminologi.id)
Ilustrasi geng motor (kriminologi.id)

Polres Metro Bekasi Kota kesulitan mengidentifikasi lima anggota geng motor yang melakukan penyerangan terhadap pedagang sate bernama Muhammad Yusron di Jalan Bintara 17,Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih,mengatakan pihaknya telah memeriksa beberapa saksi dan melakukan penyelidiakan CCTV. Namun, pihaknya masih belum bisa mengidentifikasi anggota geng motor.

“Belum, mohon doanya saja semoga cepat tertangkap,”katanya Saragih singkat saat dikonfirmasi pada Selasa,14 Agustus 2018.

Sementara itu,menurut Kapolsek Bekasi Kota,Kompol Parjana,mengatakan para pelaku penyerangan yang tergabung dalam geng motor bukan berasal dari wilayah Bintara,Kota Bekasi.

“Dari luar Bintara (pelaku penyerangan dua pedagang),”kata Parjana.

Alasannya,menurut Parjana,anak-anak muda di wilayah Bintara,Bekasi Barat, tidak bakal melakukan tindakan tersebut di wilayahnya sendiri.

“Kalau di Bintara itu biasanya aman,jadi dugaan ini orang luar dari Bintara,”ujar Parjana.

Seperti diketahui,aksi geng motor yang merampok pedagang sate dan nasi bebek terekam kamera CCTV milik Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jalan Bintara 17, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa, 7 Agustus 2018.

Peristiwa bermula ketika Muhammad Yusron yang usai berjualan Sate Madura di depan Jalan Bintara 17,Bekasi,diajak bermain game ponsel oleh rekannya bernama Saiful (19),seorang penjual nasi bebek. Ketika keduanya asik bermain game di bangku warteg milik Watem,tiba-tiba datang seorang dari arah belakang Jalan Bintara 17 dengan berjalan kaki menuju tempat nongkrong Yusron dan Saiful.

Satu pelaku yang berjalan kaki mendatangi kedua korban yang sedang duduk. Sementara rekan pelaku yang menggunakan motor datang dan sempat berhenti di samping warteg. Satu pelaku dengan membawa senjata tajam jenis celurit kemudian turun dari sepeda motornya.

Kedua korban diminta menyerahkan ponsel miliknya. Korban Saiful yang ketakutan memberikan ponselnya. 
Sementara Yusron mencoba melarikan diri. Salah satu pelaku yang membawa celurit mengejar Yusron. Sekitar jarak 7 sampai 8 meter dari lokasi nongkrong, korban berusaha melawan pelaku. 

Namun,Yusron tumbang juga setelah celurit pelaku melukai bagian tangan kiri dan paha kirinya. Juga paha kanan. 
Korban mendapat tujuh luka sabetan celurit. Usai melukai Yusron dan berhasil mengambil ponsel milik Saiful, anggota geng motor tersebut langsung melarikan diri ke arah belakang Kecamatan Bekasi Barat. (kriminologi.id)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: