PKS Laporkan 9 Akun Penyebar Kabar Bohong

Tim Advokasi DPP PKS

Tim Advokasi DPP PKS laporkan 9 akun media sosial yang memfitnah PKS ke Bareskrim Polri,Rabu (6/3/2019).

Setelah melakukan somasi secara terbuka,Dewan Pengurus Pusat Partai Keadila Sejahtera (DPP PKS) laporkan sembilan akun yang telah melakukan fitnah dan menyebarkan berita bohong terkait PKS.

“Sebagai partai yang mengedepankan dan menghormati hukum,tentu kami tidak ingin main hakim sendiri.Kami telah melakukan somasi selama 1×24 jam kepada para pelaku,namun tidak ada itikad baik dari mereka. Maka kami melakukan langkah hukum dengan mengadukan mereka ke Bareskrim Polri,kami membawa 13 bukti,”kata Ketua Divisi Advokasi Bidang Hukum dan HAM DPP PKS,Ahmad Ikhsan Rangkuti di Jakarta Pusat,Rabu (06/03/2019) kemarin.

Ikhsan menuturkan,sembilan akun yang terdiri dari akun Twitter,Instagram dan Facebook tersebut telah menyebarkan berita bohong yang menyebutkan bahwa PKS memperingati tgl 1 Maret sebagai hari poligami nasional.

“Ini jelas serangan kehormatan kepada partai, fitnah dan berita bohong yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mereka menyebarluaskan meme dan status yang menyatakan PKS memperingati hari Poligami dan merilis berita-berita bohong lainnya, ini jelas mendiskreditkan kami sebagai partai,”tutur Ikhsan.

Dalam kesempatan ini, Ikhsan juga kembali menegaskan bahwa partai nomor urut 8 ini tidak pernah merilis janji kampanye lain selain empat janji kampanye yang telah dideklarasikan secara resmi oleh partai.

“Kami adalah partai dakwah yang santun dan memiliki integritas,kami sudah merilis 4 janji program kampanye, pertama pemberlakuan SIM seumur hidup, kedua penghapusan pajak sepeda motor,ketiga perancangan UU perlindungan ulama dan tokoh agama dan terakhir pembebasan pajak penghasilan. Dengan ini kami tegaskan bahwa rilis yang beredar di masyarakat itu bukan rilis dan konten yang dibuat oleh PKS kita menolak merupakam berita bohong,” tegas Ikhsan.(Red)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.