PKS Akan Bangun Poros Baru Jika Benar Prabowo Terima Tawaran Jadi Cawapres Jokowi

Mardani ali sera,Ketua DPP PKS
Mardani ali sera,Ketua DPP PKS

Partai Keadilan Sejahtera sudah pasang kuda-kuda jika benar Prabowo Subianto menerima tawaran sebagai calon wakil presiden untuk Joko Widodo.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mempersilakan jika Ketua Umum Partai Gerindra itu menjadi calon wakil presiden pendamping Jokowi di Pilpres 2019  mendatang.

Mardani menegaskan PKS tetap tidak terpengaruh dan akan mengusung calon lain menghadapi petahana.

“PKS tetap pada posisi ingin berkontribusi dalam Pilpres 2019 menghadirkan kompetisi yang fair, elegan, tangguh untuk pak Jokowi dan kawan-kawan,” kata Mardani kepada Kompas.com,Sabtu (14/4/2018).

PKS sudah menetapkan sembilan kadernya menjadi bakal calon presiden/wakil presiden,yakni Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan; Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid; Mantan Presiden PKS Anis Matta; Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Kemudian Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman; Ketua Majelis Syuro PK, Salim Segaf Al Jufrie; Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring; Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Mardani mengakui, PKS sejauh ini berharap salah satu dari sembilan kader itu bisa menjadi calon wakil presiden Prabowo.

Namun, apabila Prabowo memutuskan menjadi cawapres Jokowi, maka PKS akan mencari rekan koalisi lain.

Ada tiga partai selain Gerindra yang saat ini belum menyatakan dukungan ke Jokowi, yakni Demokrat, PKB dan PAN.

PKB sebenarnya sudah menyatakan dukungan ke Jokowi.

Namun dukungan itu dengan syarat Jokowi harus menggandeng Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai cawapres.

“Oke kan, Demokrat,PKS, PAN, yang penting (melewati syarat ambang batas) 20 persen. Siapa tahu Cak Imin (Ketua Umum PKB) mau gabung kita juga,” tambah Mardani.

Mardani menegaskan, dalam politik, semua kemungkinan masih terbuka sampai pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden ke KPU.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi sebelumnya mengungkapkan, Jokowi sempat menanyakan pendapatnya jika ia menggandeng Prabowo sebagai cawapres pada Pilpres 2019.

Hal ini disampaikan Romy saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP di Hotel Patra, Semarang, Jumat (13/4/2018).

Romi mengaku menyambut baik ide Jokowi tersebut.

Romi menyampaikan,saat itu Prabowo merasa terhormat karena mendapatkan tawaran dari Jokowi untuk menjadi cawapres.

Ia mengatakan, dua pekan yang lalu, Prabowo mengirim utusan ke Jokowi untuk menanyakan kelanjutan tawaran cawapres.

Namun, kata Romi, Jokowi belum bisa menjawab karena masih harus mendengar masukan dari semua ketua umum parpol yang beberapa di antaranya masih berada di luar negeri atau masih disibukkan urusan partai.

Ketua DPP PDI-P Hendrawan Supratikno mengatakan, wacana menjadikan Prabowo sebagai capres masih terus dibahas oleh Jokowi dan koalisi dan komunikasi dengan Prabowo masih terus dilakukan.(*)

Tinggalkan Balasan