Pengawas UPTD Wilayah II Disnakertrans Provinsi Jawa Barat Melakukan Pengawasan di PT. Aje Indonesia

PT.AJE INDONESIA,Cikarang Kabupaten Bekasi
PT.AJE INDONESIA,Cikarang Kabupaten Bekasi

     

PT. Aje Indonesia di periksa pengawas UPTD Wilayah II Disnakertrans Propinsi Jawa Barat,hal ini terkait surat  permohonan yang sudah dilayangkan oleh SBMM-GSBI PT. AJE INDONESIA pada awal Mei 2018 yang mana sebelumnya juga dipertengahan bulan Februari 2018 juga sudah Melakukan Permohonan Pengawasan Kepada Direktur Jenderal Pengawasan  Norma Kerja dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian RI Jakarta.

Demikian juga halnya kepada  Disnakertrans Kab. Bekasi terkait Dugaan Pelanggaran Hubungan Industrial dilingkungan Kerja PT.Aje Indonesia yaitu PHK Massal kepada Buruh/Pekerja yang dipekerjakan di PT. Aje Indonesia yang dianggap berstatus Outsourching.

Pengawas UPTD bersama serikat buruh SBMM-GSBI melakukan pertemuan di Ruang Meeting Loby Utama PT. Aje Indonesia,Sebelumnya dari Pengawas UPTD sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Perusahaan.

 
“Dalam pertemuan tersebut bapak Harry sebagai kepala pengawasan UPTD  menanyakan apa yang harus kami awasi terkait Surat Permohonan dari SBMM-GSBI,dalam pertemuan tersebut kami juga menyampaikan kembali terkait Buruh Outsouching yang ada di PT.AJE apakah sudah benar berdasarkan Undang-undanga No.13 tahun 2003 pasal 59 jo Kepmen No.100 tahun 2004 dan Peraturan menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No 19 Tahun 2012 tentang syarat-syarat penyerahan sebagian Pelaksanaan pekerja kepada perusahaan lain.” Jelas Adi Setio pimpinan serikat buruh SBMM-GSBI PT.AJE Indonesia di cikarang,Rabu (11/7/2018).

Lebih lanjut Adi setio menuturkan, kemudia bapak Harry dari pengawas UPTD Menjelaskan bahwa Outsourcing yang ada di PT. Aje Indonesia sebelumnya sudah di Rekomendasikan Oleh pihak Asosiasi Perusahaan Makanan dan Minuman (APRIM)dan juga sudah di legalkan Oleh Disnakertrans Kab. Bekasi dengan Nomer: 560/001/LPR-ALUR/HI-Syaker/I/2016 tertanggal 20 Januari 2016 lalu.

“Saat pertemuan Petugas Pengawas UPTD meminta pihak SBMM-GSBI untuk menanyakannya ke APRIM dan Disnaker.Kab. Bekasi karena merekalah yang sudah Merekomendasikan dan Melegalkan terkait outsourcing di PT.Aje Indonesia” Tuturnya.

“Dalam pertemuan tersebut saya meminta Copy surat rekomendasi dan dari Disnaker kabupaten Bekasi,tetapi tidak diperkenankan,namun saya diminta untuk menanyakan langsung Ke Asosiasi terkait,dan pihak UPTD berjanji kalau memang ada pelanggaran dan ketidak sesuaian nanti segera dilaporkan dan ditembuskan kepada kami terkait Outsouching di PT. Aje Indonesia.” Tandasnya.

Selain itu Adi Setio juga,Menanyakan juga Masalah-masalah dan Dugaan Pelanggaran-pelanggaran lain yang sudah di tembuskan ke UPTD baik itu pemaksaan Mutasi Sepihak,Tidak dibayarkannya Hak Normatif buruh yang masih dalam proses Perselisihan baik itu terkait Upah, THR serta Desakan dibayarkan Rapelan UMSK 2018 dan Juga pelanggaran yang berada di Cabang-cabang PT. Aje Indonesia yang berlokasi di luar Cikarang seperti Bali, Bandung, Bekasi,Medan hingga Makasar.

“Pengawas UPTD II yang di wakili Harry dan Suhandi menyatakan bahwa sudah berbicara mengenai hal tersebut sebelumnya dengan Ibu Nur Setianingsih dan  terkait Rapelan akan segera dibayarkan di penggajian Juli atau Agustus 2018 ini,dan juga terkait Mutasi Sdr. Christopel Pratasik juga akan segera diselesaikan walaupun sekarang masih dalam proses Mediasi Intinya kami meminta kepada Pimpinan SBMM-GSBI PT.AI supaya bisa menjalain hubungan komunikasi yang baik dengan pihak perusahaan.” Tutupnya.

PT. Aje Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang Minuman berkarbonasi dengan merk Big Cola, perusahaan ini berkedudukan Kawasan Industri Delta Silicon 2 Cikarang Kabupaten Bekasi Jawa Barat. PT. Aje Indonesia adalah perusahaan dari Aje Group yang berkedudukan pusat di Lima Peru.(Ms)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.