Penderita ISPA Dan Diare Masih Tinggi Di Kota Bekasi

Ilustrasi Penderita ISPA

Ilustrasi Penderita ISPA

Dinas Kesehatan Kota Bekasi mulai mewaspadai penyakit diare dan inspeksi saluran pernapasan (ISPA) di wilayahnya. Sebab dua jenis penyakit itu sepanjang tahun 2018 menjadi yang tertinggi. Penyebabnya banyak faktornya ada yang berasal dari penyebaran kuman, dan juga akibat pencemaran udara yang tidak sehat.

Kabid Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati,mengatakan, hingga bulan ini dua jenis penyakit ini sangat tinggi penderitanya.Padahal,ada delapan jenis penyakit yang kerap menyerang masyarakat.

“Tapi yang paling tinggi dua jenis penyakit itu, kita sedang waspadai,”ujarnya.

Sepanjang 2018 teridentifikasi jenis penyakit yang paling banyak menyerang masyarakat, di antaranya,ISPA,diare, dermatitis,gastritis,myalgia, cepalgia,hypertensi,dan luka akibat terjatuh atau terkena benda keras.Namun,untuk pendataan angka itu hanya dua penyakit yang menonjol yakni ISPA dan diare.

Untuk penyakit ISPA jumlahnya mencapai 3.362 kasus. Lalu penyakit diare sebanyak 22.530 kasus.Misalkan,penyebab penyakit diare karena serangan virus yang biasanya didapat saat mengkonsumsi makanan. Kondisi lingkungan yang kurang bersih, menjadi faktor utama penyebaran kuman tersebut.

“Kuman itu masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang kita konsumsi,”ungkapnya. Sedangkan, penyebaran ISPA akan terjadi di sepanjang tahun. Biasanya kasus penderitanya akan terus meningkat saat musim pancaroba tiba,yakni pergantian musim dari hujan ke panas. Sehingga,penyakit ini tetap ada setiap tahunnya.

Kebanyakan pasien ISPA,tidak sampai harus dirawat.Kecuali bila penderita ISPA dengan adanya inspeksi pada paru,maka perlu adanya penanganan rawat inap. Hanya saja,pihak Puskesmas akan memberi rujukan ke rumah sakit. “Kalau sudah ada pasien yang akan dirawat,Puskesmas segera memberi layanan rujukan ke RSUD,”ujarnya.

Selain itu,kata dia,penyakit ISPA bisa menyerang siapa saja namun biasanya terjadi kepada anak-anak di bawah umur usia sekolah dasar. Oleh karena itu, terkait dengan jajanan yang mereka beli juga harus diperhatikan oleh orang tua. Jumlah penderita ISPA di Kota Bekasi pada periode Juli sampai September di tahun 2017 mencapai 508 kasus dan diare 2.087 kasus.

Direktur Utama RSUD Kota Bekasi,Kusnanto Saidi mengatakan,penyebaran ISPA sering terjadi setiap tahun. Penyakit itu tak memandang usia, mulai dari anak-anak sampai dewasa bisa terjangkit penyakit tersebut. “Biasanya disebabkan karena pergantian musim di setiap tahun, tapi sudah kita lakukan antisipasi setiap tahunya,”katanya.

Meski begitu,kata dia,untuk angka pasti berapa jumlah pengunjung yang menderita ISPA dan diare dia tidak bisa mendatanya. Sebab,setiap kunjungan yang tercatat di poliklinik jumlahnya sudah mencapai 1.500 pengunjung. “Itu untuk jumlah pengunjung untuk seluruh pasien,” tandasnya.(Red)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.