Rab. Nov 13th, 2019

Pembangunan Flyover Cipendawa Terkendala Pembebasan Lahan

2 min read
Pemkot Bekasi tengah merampungkan dua jembatan layang (flyover) di Rawapanjang dan Cipendawa untuk menunjang kelancaran truk sampah DKI Jakarta menuju TPST Bantargebang, Kota Bekasi. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Pemkot Bekasi tengah merampungkan dua jembatan layang (flyover) di Rawapanjang dan Cipendawa untuk menunjang kelancaran truk sampah DKI Jakarta menuju TPST Bantargebang,Kota Bekasi.

Pembangunan jembatan layang(flyover) Cipendawa, Kota Bekasi,masih terkendala pembebasan lahan. Saat ini, progres pembangunan baru 30 persen dari target penyelesaian hingga akhir tahun 2019.

“Di sisi Barat pembangunan flyover,tinggal dua bidang tanah yang belum dibebaskan. Sedangkan di sisi Timur masih dalam proses pemberkasan administrasi,” ujar Kepala Seksi Perencanaan dan Pengadaan Lahan Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Bekasi, Usman Sufirman, Senin (2/9/2019).

Loading...

Dia mengatakan,di sisi Barat ada sebanyak 43 bidang tanah. Lalu, di sisi Timur ada 33 bidang tanah yang harus dibebaskan. Dengan begitu, total ada 76 bidang tanah yang mesti dibebaskan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. “Anggaran untuk pembangunanflyover ini dari bantuan Provinsi DKI Jakarta. Masih dalam proses pembayaran dan pemberkasan administrasi kepada pemilik lahan,” tutur Usman Sufirman.

Dia menambahkan,proses pembebasan lahan seluas 1 hektare bukan perkara mudah karena banyak pihak terlibat. ‎Misalknya, satu bidang tanah dimiliki tiga orang yang berbeda karena sertifikat hak milik (SHM) belum dipecah, atas nama-nama masing-masing ahli waris.

Selain itu,perubahan peta bidang lahan serta belum adanya dasar kepemilikan, lantaran pemilik lahan ikut dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari pemerintah pusat. “Kebanyakan pemilik hanya memegang tanda daftar PTSL-nya saja,” kata Usman Sufirman.

Dia mengatakan,hambatan lain ‎ada juga pemilik lahan di luar kota dan berangkat haji sehingga harus menunggu kepulangan mereka. “Biaya pembebasan lahan 1 hektare untuk pembangunan flyover mencapai Rp 130 miliar,kami menargetkan pertengahan September ini pembebasan lahan sudah selesai dilakukan,” imbuh Usman Sufirman.

Pembangunan jembatan layang Cipendawa sudah dilaksanakan sejak 2018 dengan memulai pembebasan lahan. “Pada 2018 lalu, sudah dibebaskan lahan seluas 2.000 meter persegi lebih. Dan tahun ini, ditargetkan ada sekitar 8.111 meter persegi yang akan dibebaskan hingga September ini,saat ini progress pembangunan baru sekitar 30 persen,” kata Usman Sufirman

Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading...
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.