Pembacok Pedagang Sate Di Bintara Ternyata Residivis Curanmor

Mustofa, pembacok Yusron pedagang sate di Bekasi ditangkap polisi (18/08/2018). Foto: Rizky Adytia/Kriminologi.id
Mustofa, pembacok Yusron pedagang sate di Bekasi ditangkap polisi (18/08/2018). Foto: Kriminologi.id )

Pelaku pembacokan pedagang sate di Bintara,Bekasi barat ternyata residivis pencurian kendaraan bermotor atau Curnamor. 

Adalah Mustofa Abdillah alias Tape (20), pembacok pedangan sate yang menolak menyerahkan telepon selularnya. Mustofa buron lebih dari sepekan. Polisi mengetahui lokasi persembunyian Mustofa setelah melakukan pelacakan melalui ponsel miliknya.

“Satu pelaku berhasil kita tangkap. Penangkapan itu setelah kami melacak ponsel milik korban dan akhirnya kita tahu keberadaannya,”kata Kapolres Metro Bekasi Kota,Kombes Indarto di Mapolres Bekasi Kota,Sabtu, 18 Agustus 2018.

Indarto mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan Sementara,Mustofa mengaku bersama lima rekannya memang memiliki niat melakukan kejahatan.

Namun, dalam melancarkan aksinya para tersangka memilih korban secara acak. Terutama korban yang mudah dibegal.

“Dari hasil kejahatan Kepolisian ada indikasi mereka residivis curanmor,tapi untuk di Bekasi Kota data kriminalnya tidak ada, tapi untuk di sekitar Jakarta kita mendengar bahwa dia residivis curanmor.

“Iya dia mencari korban secara acak, sasarannya yang dipikir ringan mudah diambil dia lakukan,”kata Indarto.

Lebih lanjut,Indarto mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mendalami keterangan Mustofa untuk memburu lima pelaku lainnya yang hingga kini masih berkeliaran bebas. 

“Kita masih kembangkan lagi untuk mengakap pelaku lainnya,”ucap Indarto.

Seperti diketahui aksi geng motor yang merampok pedagang sate dan nasi bebek terekam kamera dua CCTV milik Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jalan Bintara 17,Kota Bekasi.

Muhammad Yusron (18) pedagang sate madura di depan Jalan Bintara 17, bermain game bersama rekannya Saiful (19) seorang penjual nasi bebek di ponselnya. Keduanya asik bermain game di bangku warteg milik Watem.

Kemudian datang seorang dari arah belakang Jalan Bintara 17 dengan berjalan kaki menuju tempat nongkrong Yusron dan Saiful. Hingga akhirnya para begal ini memaksa dua pedagang itu menyerahkan ponselnya. 

Saiful langsung menyerahkan ponsel miliknya,sedangkan Yusron melawan hingga akhirnya terkena bacokan senjata tajam. Namun ponsel Yusron selamat karena pelaku langsung kabur.

kriminologi.id

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: