Ojek Online Cikarang Keluhkan Turunnya Pendapatan Mereka

Hal tersebut  diungkapkan pada bekasicityzen.com kemarin sabtu (17/2/2018) oleh salah satu anggota komunitas Online Jababeka Cikarang (OJC). Yang sedang melakukan agenda rapat bulanan untuk membahas berbagai persoalan keanggotan, iuran bulan dan update perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi selama satu bulan terahir.

Selain intesif yang terus berubah ubah dan menurun ada kecendrungan kantor grab juga tidak berpihak kepada driver dalam pembagian hasil. “Masa argonya diturunin, tapi potonganya dinaikin 20%. Udah gitu promo melulu lagi..!!” tambah ‘Ega’ pengurus OJC.

Julio menjelaskan ada dugaan ini adalah persaingan antara kompetitor penyedia layanan berbasis aplikasi smartphone ini, dengan driver onlie dari Grab,Uber dan Gojek yang jika di jumlahkan keseluruhanya bisa mencapai ratusan bahkan ribuan hingga terjadi ketidak seimbangan antara jasa online dengan calon penumpang yang berimbas pada menurunya penghasilan kita ahir ahir ini.
Jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu “Ane masih bisa ngantongin duit 500-700 ribu/hari, zaman Argo Gojek masih Rp 4000/km nya”. Sekarang mah buat dapetin 200 ribu juga dah empot empotan”. Cetus driver gojek.

“Lah lebih parah lagi Uber bang,, udah jemput calon penumpangnya jauh, nyampe tujuan kadang argonya 0 rupiah. alias zonk..!! karna cs’nya dapet promo. Gimana coba bang?”. Saut slamet.

Selain keluhan para driver online Gojek, Uber dan Grab diatas ada permasalah yang sebenarnya lebih membuat mereka khawatir, karna daerah cikarang masih sering terjadi perselisihan antara ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang). yang boleh atau tidak boleh mengambil penumpang di salah satu titik atau daerah tertentu, diantaranya Mall Lippo Cikarang, SGC dan Naga Swalayan Cikarang. Ini yang menjadikan sempitnya ruang gerak meraka untuk mengais rezki lebih banyak lagi.

Tak ayal terkadang perselisihan tersebut berahir dengan keributan sampai berujung pada tindakan kekerasan yang sering di alami driver online. Tidak sedikit juga dari mereka yang takut jika menjemput atau menurunkan penumpang di daerah ini, lebih lebih driver dari luar cikarang, Mereka biasa menyebutnya “cikarang zona merah”. Bukan hanya itu ancaman penodongan dan pembegalanpun masih kerap juga terjadi.
Komunitas yang baru dibentuk beberapa bulan terakhir ini adalah salah satu dari belasan komunitas online yang beroprasi di wilayah cikarang kab. Bekasi.

Sedangkan untuk OJC sendiri bermarkas (basecamp). di jalan kawasan industri Cikarang Cibarusah Dibentuk sebagai wadah/tempat dimana driver Gojek, Grab dan Uber. menjalin silaturahmi antar sesama onlie.  Juga untuk saling bertukar informasi, terkait keberadan anggota, cuaca, kondisi jalanan, keamanan dan lain lain yang terhubung dalam group penyedia aplikasi. (Ibas)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.