Mengenal Mercedes Benz OH 1518 King, Legenda Bus di Indonesia

Setelah sukses dengan Mercy OH 1113 Prima, Tahun 1988 Mercedes Benz pun kemudian meluncurkan chasis bus baru sebagai penerusnya, Chasis baru ini berkode OH 1518 yang kemudian lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan OH King. dari kodenya bisa membaca bahwa bus ini mempunyai tonase 15 ton dan mesin bertenaga 180 hp.

Pada generasi ini Mercedes melakukan beberapa update penting di sektor chasis, mesin dan transmisinya , oh ya selama masa edarnya di Indonesia, Mercy OH 1518 mempunyai 2 pilihan chasis yaitu

  1. OH1518/51, wheelbase: 5.170mm, mesin: OM366A, tenaga: 184hp,
  2. OH1518/60, wheelbase: 6.050mm, mesin: OM366A, tenaga: 184hp,

Untuk sektor mesin, Mercy OH 1518 menggunakan mesin yang sama dengan Mercy Prima yaitu OM366A Berkapasitas 5.958 cc , tetapi pada Mercy OH 1518 mesin ini sudah di tuning ulang sehingga tenaga naik menjadi 180 Hp / 2600 rpm dan torsi sebesar 590 nm / 1600 rpm,

Untuk mengimbangi tenaga mesin yang membesar, transmisi juga diupgrade menggunakan tipe G60 6 speed , dengan kapasitas kompresor yang lebih besar pada seri ini pula mulai ditambahkan pneumatic gearshift assist (menggunakan tekanan angin), sehingga ketika mengganti gigi terdengar suara khas seperti rem angin, kluk kluk cess khas mercy .

Mercedes benz OH 1518 masih menggunakan chasis berjenis jenis Ladder Frame, Chasis yang umum digunakan oleh truk dan bus, namun bukan ladder frame biasa yang sangat kaku, chasis Oh 1518 ini terkenal sangat lentur, inilah salah satu rahasia kenyamanan bus mercy yang belum bisa ditandingi bus Jepang

Chasis yang lentur membuat bus stabil di jalan dan meredam getaran dari jalan sehingga membuat penumpang tetap nyaman, Chasis yang lentur ini kemudian dipadukan dengan leaf spring bertipe soft yang mental mentul, maka tak heran jika Mercy king dikenal sebagai salah satu bus ternyaman di Indonesia, bahkan hingga sekarang.

Uadate lain di sektor chasis adalah tersedianya varian chasis long wheel base, dengan wheelbase yang lebih panjang (6050 mm) sehingga memungkinkan bus dibuat lebih panjang, hal ini berimbas pada meningkatnya kapasitas penumpang.

Di era 90an sebetulnya Mercy OH 1518 King mendapat banyak saingan dari pabrikan Jepang seperti Mitsubishi RM, Nissan RB, Hino RK dll yang mengusung mesin lebih bertenaga, tetapi tetap saja Mercy merajai penjualan di segmen Chasis Bus Rear Engine karena memang banyak pemilik perusahaan otobus maupun penumpang yang fanatik dengan kenyamanan chasis ini.

OH 1518 King Milik Ramayana yang masih beroperasi hingga kini

Hingga kini masih banyak bus Mercy OH 1518 king yang beredar di jalanan, selain chasis yang nyaman, bus ini juga relatif mudah dirawat karena mesin OM 366 A masih serba mekanikal, mudah diperbaiki dan dioprek oleh mekanik mekanik garasi bus itu sendiri, ditambah banyaknya jumlah chasis ini yang beredar, maka ketersediaan spare part pun relatif melimpah dan mudah di dapat diamana – mana

Mercedes benz OH 1518 baru dihentikan produksinya pada tahun 1998 dan digantikan oleh Mercedes – Benz OH 1521 Intercooler.

OH 1518 XBC

Mercedes Benz XBC OH 1518 EIII (King Cooler)
10 tahun pasca dihentikannya produksi Oh 1518 King, Pada tahun 2008 Mercedes Indonesia kemudian mereborn chasis ini dengan mengeluarkan OH 1518 E3 XBC , Chasis ini kemudian lebihdikenal dengan sebutan “King Cooler”.

Kode XBC sendiri berarati Xperimental Bus Chasis, bisa dibilang chasis ini custom khusus buat medan di Indonesia. generasi Oh 1518 XBC mendapat mesin baru untuk menggantikan OM 366A, mesin baru tersebut adalah Diesel 4 silinder OM904LA , mesin ini cukup unik dengan isi silinder hanya 4249cc, namun mampu menghasilkan daya maks. 130kW(177PS)/2200 rpm dan torsi maksimal 675Nm/1200 rpm, tenaganya sedikit turun dari OM 366 A pada OH 1518 lama, namun torsinya meningkat cukup banyak.

Selain pergantian mesin, Mercedes Benz OH 1518 eIII mendapat tampilan speedometer yg lebih modern dengan adanya Mid LCD untuk menampilkan berbagai informasi penting.

Untuk urusan karoseri OH 1518 XBC cukup ketat, karena beberapa precaution yang harus dipatuhi oleh pihak karoseri ketika membuat body untuk bus ini, beberapa contoh precaution tersebut adalah harus adanya sirkulasi udara di flap engine belakang, scoop air intake yang harus sampai atas, dan panel depan yang harus dapat dibuka untuk maintenance pedal memudahkan kita untuk membedakan dengan yang lainnya.

  • Mesin : OM904LA Euro III, 4249 cc Turbocharger Intercooler
  • Tipe : 4 Silinder Segaris
  • Tenaga Maksimal : 177 HP pada 2.200 rpm
  • Torsi Maksimal : 675 nm pada 1.200–1.600 rpm
  • Transmisi : G60 6 Speed Manual
  • Suspensi : Pegas Daun Trapesoidal Dengan Peredam Kejut dan Stabilizer
  • Steering : ZF 8097 Power Steering
  • Standar Emisi : Euro 3
  • Gross Vehicle Weight : 15 ton

Sumber: awsan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: