Masjid Agung AlBarkah Sediakan Paket Itikaf Senilai 35 Ribu

Masjid Agung Albarkah Kota Bekasi

Masjid Agung Albarkah Kota Bekasi

Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi telah membuka pendaftaran itikaf untuk 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Para calon mutakif bisa melakukan pendaftaran ke Kantor Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) masjid sebesar Rp 35.000 per orang.

Sekretaris DKM Masjid Agung Al Barkah Bekasi, Wahyu Alamsyah mengatakan, dengan biaya sebesar itu para mutakif bisa mendapatkan laci loker dengan kunci,makanan sahur,buka puasa hingga kajian dari para ustad.

Laci loker diberikan untuk memberi rasa aman kepada mutakif dalam menyimpan barang berharganya sehingga mereka bisa lebih khusyu beribadah.

“Loker itu penting, makanya bagi yang mendaftar akan kami berikan kuncinya,” kata Wahyu pada Rabu (8/5/2019).

Wahyu memrediksi jumlah mutakif kali ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu yang mencapai 200 orang.

Kata dia, tidak semua mutakif mendaftarkan diri ke pengurus masjid, namun ada juga yang tidak melapor.

Menurut dia,para mutakif tidak hanya datang dari Kota Bekasi saja, namun juga luar daerah seperti dari Jakarta,Bogor, Depok,Tangerang hingga Karawang.

Mereka ada yang melakukan itikaf selama 10 hari penuh, ada juga yang hanya sehari atau dua hari di akhir pekan.

“Kalau sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) memang selama 10 hari di hari terakhir,tapi tetap diperbolehkan bagi mutakif yang hanya bisa sehari atau dua hari itikaf,” ujarnya.

Wahyu menambahkan,bagi yang berminat segera melapor ke DKM masjid setempat.

Pendataan perlu dilakukan untuk menyiapkan segala kebutuhan mutakif selama itikaf berlangsung.

Namun untuk jasa pencucian pakaian,kata dia,pihak masjid belum menyediakan sampai saat ini.

Akan tetapi,tidak menutup kemungkinan,DKM akan memanggil jasa pencucian pakaian untuk membersihkan pakaian mereka,selama melakukan iktikaf.

Apalagi selama menjalani iktikaf mereka tidak diperbolehkan meninggalkan masjid dengan sengaja tanpa keperluan yang dikecualikan walaupun hanya sejenak.

“Untuk jasa pencucian kita memang belum ada, tapi mungkin nanti bisa dipanggil jasa laundry ke masjid untuk mengambil pakaian mereka,” ungkapnya.

wartakota

You may also like...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.