Kronologi Perundingan Soal Uang Pisah Dan Mogok Buruh PT.KFN

Para anggota GSBI PT.KFN saat men

(PHOTO) Para anggota serikat GSBI PT.KFN saat mendengarkan arahan dari ketua umumnya Abrory

Setelah melalui sebuah perundingan bipartit hingga triparti dan proses perdebatan panjang hingga berbuntut dengan aksi pemogokan  produksi sebagai bentuk tekanan buruh kepada perusahaan.

Seperti di wartakan sebelumnya buruh PT.KFN melalui wadah organisasi serikat buruh Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) melakukan aksi mogok sponton pada selasa (27/2/2018) yang menyebabkan tersendatnya produksi di perusahaan tersebut



BACA: Perjuangan Uang Pisah Buruh PT.KFN Berbuntut Mogok Produksi

 


Melalui perwakilan pimpinan serikat buruh GSBI Abrori,Supriyanto,Asep suryatman dan purwanto dan dari pihak perusahaan lewat managementnya PT.KFN diwakili oleh Bpk siandi,Andi dan Bpk.jasson,kembali menjalankan diskusi terkait uang pisah juga mereka mempersoalkan masalah mogok kerja pada hari selasa 27 february lalu.

Supriyanto menjelaskan perihal kronologi perundingan pada tanggal 28 february kepada bekasicityzen.com  kamis (1/3/2018) bahwa sempat terjadi perang argument dengan perwakilan perusahaan yang menyatakan bahwa pihak perusahaan sejak awal sudah menyampaikan bahwa terkait uang pisah ini sudah menjalankan sesuai aturan dan di tambahkan dengan adanya surat anjuran dari disnaker kota brkasi yang menyatakan bahwa uang pisah hanya berdasarkan kebijakan perusahaan.

“Sementara kami (GSBI) berpendapat dengan tidak menjalankan anjuran itu meski hal tersebut  hasil dari mediasi saat tripartit lalu di disnaker kota bekasi, karena apapun hasil dari rekomendasi tripartit tersebut syarat dengan konspirasi dan bukan berdasarkan pada kondisi obyektif,dan kami meminta kepada pihak perusahaan PT.KN untuk memunculkan angka yang rasional dan di sepakatilah dengan menggunakan skema piramid” Ungkap Supriyanto.

Supriyanto kembali menjelaskan,Setelah ada kesepakatan mengenai pokok utama pembahaasan dalam perundingan tersebut,ternyata muncul kembali perdebatan,yaitu pihak perusahan menginginkan bahwa kesepakatan ini tidak berlaku surut dan di berlakukan setelah beberapa karyawan yang melakukan resign dan kasusnya sempat di bawa ke mediasi.

Sementara itu purwanto tim perunding GSBI PT.KFN mengungkapkan dengan secara tegas bahwa serikat buruh menolak dan meminta kepada perusahaan untuk menjalankan sesuai/secara berlaku surut sampai kepada buruh yang sudah resign




“Menyikapi hal tersebut pihak perusahaan melalui perwakilannya yakni mengement PT.KFN minta break selama hampir 30 menit untuk berkomunikasi dengan pihak kantor pusat di jakarta” Kata purwanto saat menjelaskan kronologi tersebut.

Setelah melakukan komunikasi,pihak perusahaan akhirnya bersedia menjalankan kesepakatan ini tetap berlaku surut dan berlaku buat tiga (3) orang buruh yang menjadi anggota s GSBI yang sudah resign  yaitu sdr.Sahrul,Sdr Ganep dan sdr.Sugeng riyadi dengan catatatan sebagai berikut: 

  1. Bahwa kesepakatan uang pisah ini akan di jadikan adendum (Pasal tambahan) di peraturan perusahaan dan segera di daftarkan ke pihak Disnaker.
  2. pihak perusahaan akan mencari kebenaran hakiki via Perselisihan Hubungan Industrial (PHI).
Surat hasil perundingan GSBI PT.KFN

(PHOTO)  surat hasil perundingan PT.KFN dengan pihak perusahaan PT.KFN  pada rabu (28/2/2018)

Terkait pihak perusahaan PT.KFN yang ingin membawa kasus persoalan tersebut ke tingakat pengadilan hubungan industrial (PHI) ketua serikat buruh metal dan elektronik-gabungan serikat buruh indonesia (SBME-GSBI) PT.KFN Abrory mengatakan dengan tegss mempersilakan membawa kasus tersebut ke tingkat pengadilan

“Yah itu hak perusahaan PT.KFN untuk melakukan itu,dan pihak serikat menunggu konfirmasi berikutnya,ketika nanti sudah masuk proses pengadilan dan kami berhak juga dong mengerahkan massa anggota GSBI yang 700 orang untuk mengawal tiap persidangan” Tegas Abrory 

You may also like...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.