Kota Bekasi Ukur Kualitas Udara Di Tiga Jalan Protokol

Ilustrasi

Ilustrasi

Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, melakukan pemantauan kualitas udara di tiga ruas jalan protokol. Kegiatan dilakukan pada 18-20 September 2018.

“Pemantauan kualitas udara ini merupakan bagian dari Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) yang menjadi komponen penilaian nonfisik Adipura,” kata Kepala Seksi Kerusakan Lingkungan pada Dinas LH Kota Bekasi Suhendra di Bekasi,Selasa,18 September 2018.

Suhendra menjelaskan,kegiatan tersebut dilakukan di Jalan Ahmad Yani, Jalan Sultan Agung dan Jalan Ir H Djuanda yang menjadi koridor kawasan protokol Kota Bekasi.

Suhendra kembali mengatakan, EKUP mencakup tiga kriteria, yakni uji emisi kendaraan bermotor, pemantauan kualitas udara jalan raya Roadside Monitoring dan pematauan kinerja lalu lintas (kecepatan dan kerapatan).

“Kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas udara perkotaan dengan cara menurunkan beban pencemaran dari emisi transportasi,” jelas Suhendra.

Uji kualitas udara di hari perdana di Jalan Ahmad Yani depan Stadion Patriot Chandrabaga dilakukan sejak pukul 06.00 WIB hingga selesai. Kendaraan yang melintas di lokasi tersebut diarahkan petugas untuk diuji emisinya dengan peralatan pendukung yang tersedia.

Kendaraan yang lulus uji emisi diberikan stiker dan yang belum memenuhinya disampaikan evaluasi agar lebih merawat kendaraan lebih baik.

Di hari kedua, EKUP akan dilakukan di jalan Sultan Agung-Harapan Indah dan dihari ketiga di Jalan Ir H Djuanda di depan Taman Makam Pahlawan Bulak Kapal Bekasi Timur.

Dinas LH Kota Bekasi dalam kegiatan ini dibantu personel Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Dinas Perhubungan dan sejumlah tenaga teknis dari beberapa perusahaan otomotif.

Dari pantauan di lokasi, petugas tidak hanya menyetop kendaraan jenis pribadi, namun juga angkutan umum yang secara fisik nampak kurang terawat dan sepi penumpang.

“Rupanya angkot bos saya ini benar-benar terawat baik. Biar pun secara fisik kotor dan kurang terawat, tapi buktinya lolos uji emisi karena saya setiap tiga bulan sekali rutin mengecek mesin dan ganti oli,” kata sopir K02 Bekasi-Pondokgede, Monang, 44.

Angkot Toyota Kijang keluaran 2004 itu pun diberi stiker lulus uji emisi oleh petugas dan diperbolehkan kembali beroperasi.(red)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.