Komunitas Peduli Sungai Sayangkan Pencemaran Di Curug Parigi Bantargebang

Curug Parigi

Curug Parigi

KOMUNITAS Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) menyayangkan,adanya pencemaran limbah di Curug Parigi, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

Sebab curug tersebut rencananya akan dijadikan destinasi wisata air oleh Pemerintah Kota Bekasi.

“Masyarakat sangat dirugikan dengan pencemaran limbah yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar Sungai Cileungsi dan Cikeas,”kata Ketua KP2C,Puarman pada Minggu (2/9/2018).

Puarman mengatakan,pencemaran itu diketahui saat dia melakukan pemantauan ke hilir Kali Bekasi. Pemantauan itu bahkan dilakukan hingga ke pos pantau di Jembatan Wika Desa Telajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. “Di tempat itu aliran air masih bersih dan jernih,” ujarnya.

Kemudian, Puarman mulai melakukan pengecekan dua kilometer dari pos pantau tersebut, tepatnya di Jembatan Cikuda Desa Wamaherang, Kabupaten Bogor. Di sana warna air terlihat sudah berubah menjadi hitam pekat. “Air di aliran tersebut sudah kental menyengat sehingga mengganggu masyarakat dan merusak ekosistem,” imbuhnya.

Di sana,kata dia,dia juga menemukan adanya saluran pipa pembuang limbah industri yang ditanam oleh perusahaan ke aliran Kali Bekasi. Pipa itu diketahui karena Sungai Cileungsi saat ini sedang mengering. “Kami temukan pipa pembuang limbah itu pada 27 Agusutus 2018 dan itu baru diketahui karena sungai sedang menyusut. Kalau sedang pasang, pipa itu berada di dalan sungai dan tidak ketahuan,” katanya.

Atas adanya pencemaran di hilir, kata Puarman, Curug Parigi yang berada di Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi ikut tercemar. Sebab, curug tersebut merupakan aliran masuk air dari dua sungai yakni Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas. Setelah itu aliran tersebut baru memasuki wilayah Kota Bekasi. “Karena hilirnya sudah tercemar sudah pasti di hulu ikut tercemar. Kota Bekasi merupakan wilayah aliran air menuju ke hulu,” ucapnya.

Menurut dia,warga di Villa Nusa Indah Kabupaten Bogor sudah merasakan dampak pencemaran itu. Begitu juga warga yang tinggal di sekitar area Curug Parigi,Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi yang terkena uap air terjun di sungai tersebut. “Kami sudah laporkan masalah ini ke Pemerintah Kota Bekasi maupun Pemerintah Kabupaten Bogor supaya kasus pencemaran ini segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi,Jumhana Luthfi mengatakan, sudah menerima laporan terkait tercemarnya Sungai Parigi. Menurut dia, pencemaran itu diakibatkan adanya kiriman limbah dari hilir. “Kondisi limbah sudah terjadi di hilir,” kata Luthfi.

Luthfi mengaku,saat ini pihaknya sudah menempatkan petugas di lokasi rawan pencemaran. Dan bila diketahui ada pembuangan limbah secara sembarang, maka akan ditindak tegas yang bersangkutan. “Kami sudah tempatkan tim unit reaksi cepat di lokasi rawan pencemaran limbah,” ujarnya.(red)
wartakota

You may also like...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.