Kali Asem Di Duga Tercemar Limbah TPA Sumur Batu

Air kali Asem diduga tercemar limbah air lindi yang berasal dari pengolahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi,dekat Zona II IPAS Bantargebang,Kota Bekasi, Jawa Barat.

Puput TD Putra,Direktur Eksekutif Nasional Koalisi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (KAWALI) mengatakan,pencemaran bukan saja merusak kesehatan kandungan air sungai,tetapi juga mengakibatkan terganggunya kesehatan masyarakat,baik dari dampak pencemaran air tanah dan air minum yang dikonsumsi oleh masyarakat.

“Terkait pembuangan limbah air lindi di TPA Sumur Batu,jelas-jelas kami melihat suatu pelanggaran terhadap lingkungan dan hak asasi masyarakat setempat khususnya. Jelas ini melanggar Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009,” kata Puput kepada Okezone, Jumat (30/11/2018).

Warganya Gatal-Gatal Akibat Air Limbah,Begini Tindakan Bupati TangerangPermukiman Terdampak Limbah, Warga Kampung Picung: Airnya Kena Kulit Gatal dan Panas.

Menurutnya,apa yang pernah diungkapkan Pemkot Bekasi untuk berupaya menjaga mutu air kali Asem dari pencemaran air lindi TPST Bantargebang, nyatanya malah terjadi di TPA Sumur Batu.

Puput menjelaskan,idealnya pihak pengelola jauh sebelumnya sudah harus memiliki master plan terkait pengolahan limbah air lindi. Jikalau pun tidak memiliki kemampuan untuk mengolah,bisa berkoordinasi dengan pihak-pihak lain yang memiliki kapasitas di bidang pengolahan limbah tersebut.

“Harusnya pihak pelaksana pekerja yang bermitra dengan Pemprov,sudah mempunyai rencana atau master plan, sebelum melakukan aktivitas. Harusnya tidak boleh langsung dibuang ke sungai, karena ada pelanggarannya. Mereka harus bisa mensterilisasikan dahulu. Kalau mereka tidak mempunyai kemampuan di bidangnya, mereka bisa memakai pihak-pihak lain yang lebih profesional,” jelasnya.

Untuk itu Puput meminta pihak terkait untuk segera melakukan tindakan tegas terkait hal ini, agar tidak berkelanjutan dan merugikan ekosistem kali Asem serta warga sekitar.

“Pencemaran ini adalah tindakan yang fatal, ini termasuk tindakan pidana dan sudah selayaknya pihak kepolisian melakukan pemeriksaan dan tindakan hukum terhadap pelanggaran ini. Begitu juga pihak Direktorat Kementerian KLHK terkait, harus melakukan tindakan tegas khususnya pada pengelola TPA Sumur Batu yang sudah melakukan kesalahan prosedur dalam pengelolaan TPA Sumur Batu,” tegasnya.

“Saya berharap pihak terkait maupun pihak ketiga yang melakukan pembuangan ini, bisa melakukan evaluasi dan pihak pemerintah bisa melakukan tindakan yang tegas. Karena jelas ini sangat merugikan lingkungan,masyarakat sekitar, ini sangat tidak baik dibiarkan,” tuturnya.

Kepala Lingkungan Hidup (KLH) Kota Bekasi,Jumhana Lutfi saat dikonfirmasi enggan untuk memberikan penjelasan terkait pencemaran kali Asem dan lebih memilih tutup mulut.(*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: