Jenal Anak dengan Keterbatasan Fisik Sejak lahir Tanpa kedua Kaki Butuh Bantuan

Jenal bersama ibunya dan komunitas

Jenal bersama ibunya dan komunitas kemanusiaan [Photo Jatnika]

Jenal adalah anak dari ibu dijah (55)tahun seorang buruh tani,jenal berumur 14 tahun kelas 4 SD. anak ke 3 dari tiga bersaudara.Jenal tinggal di kampung cijawa,Desa wangun jaya kecamatan waluran jampang Kabupaten Sukabumi.

Pada tanggal 9 maret 2019 minggu siang lembaga kemanusiaan RUMAH BAKSOS (RBS) yaitu sebuah komunitas yang bergerak di bidang sosial yang di ketuai Jatnika yang juga melibatkan komunitas lainnya seperti Pecang,MKRI,REZINK dan BOS mengunjungi kediaman jenal minggu siang.

Jatnika ketua RBS,mengatakan bahwa jenal ini anak yang berprestasi di sekolahnya namun dengan keterbatasan fisik dan juga faktor ekonomi kedua orang tuanya.

“Kesulitan dalam bersekolah karena disamping untuk biaya sekolah juga jarak tempuh ke sekolah sejauh 1km dengan jalanan naik turun jenal harus naik ojek untuk bisa pergi kesekolah setiap harinya dengan ongkos 10.000 rupiah sehari”kata Jatnika kepada bekasicityzen.com di bantargebang kota bekasi,Rabu (13/3/2019).

Menurut jatnika,tak hanya itu keadaan rumahnya juga cukup menghawatirkan,keluarga Jenal mengharapkan sekali adanya bantuan dari pihak terkait baik dari instansi maupun para donatur yang ada agar ia tetap bisa bersekolah dan meraih cita citanya,dengan cacat kaki dari lahir tak menyurutkan niatnya untuk tetap belajar.

Jatnika bersama rekan komunitas dalam kunjungannya ke kediaman keluarga Jenal memberikan bantuan dari para donatur kemanusiaan dan berharap agar pemerintah setempat lebih memperhatikan anak-anak aeperti jenal yang memiliki keterbatasan fisik.

“Saya mewakili teman-teman komunitas sangat berharap adanya bantuan buat jenal untuk kebutuhan sekolahnya,terutama pemerintah setempat atau elemen manapun silahkan datang langsung ke rumah jenal yang ada di desa wangun jaya sukabumi karena uluran tangan kita sangat berarti buatnya”harapnya

Jatnika yang juga anggota GSBI kota bekasi selalu berbagi kemanusiaan bersama komunitas lainnya,dan dia menghimbau agar kita selalu peduli sesama.

“Jenal anak dengan cacat sejak lahir ingin menjadi guru namun keterbatasannya membuat ia tak bisa menikmati layak,haruslah kita semua ikut membantunya agar dia juga mendapatkan hak untuk mengeyam pendidikan yang lebih layak”tutupnya.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.