Jagoan PDIP Di Pilgub Jabar Jeblok Terus,Kok Iso?

Elektabilitas duet yang diusung PDI Perjuangan,TB Hasanuddin dan Anton Charliyan berada di posisi buncit dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Publik yang menjadi responden hanya memberikan 3 persen dukungan pada duet TB Hasanuddin atau Kang TB-Anton Charliyan untuk memimpin Jawa Barat.

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani menyebutkan bahkan bila Pilkada Jabar dilaksanakan saat survei dilakukan maka duet Kang TB dan Anton hanya mendapatkan dukungan sebesar 2,8 persen.

“Massa pemilih partai pengusung pasangan TB Hasanuddin-Anton, sejauh ini malah lebih banyak yang memilih pasangan Ridwan Kamil dan Uu,” kata Deni di kantor SMRC, Jakarta, Kamis 15 Maret 2018.

Di kutip viva.co.id survei juga mengungkapkan dukungan warga Jabar tertinggi diperoleh Ridwan Kamil sebesar 42,3 persen dan Deddy Mizwar 30,2 persen.Adapun Sudrajat hanya 4,3 persen disusul Kang TB yang hanya mendapatkan dukungan 3 persen.

Sementara, jika dipasangkan dengan wakilnya, dukungan Ridwan Kamil-Uu sebesar 43,7 persen. Duo Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 30,7 persen. Lalu Sudrajat-Syaikhu hanya 4,6 persen dan Kang TB-Anton hanya 2,8 persen.

Adapun terkait popularitas, Deddy Mizwar  menempati urutan popularitas tertinggi sebesar 88 persen. Angka itu disusul Ridwan Kamil 72 persen, Sudrajat 14 persen, dan Kang TB 9 persen.

Popularitas Rendah

Menurut Deni, dukungan pada calon ini masih rendah karena popularitasnya tak menopang. Pasalnya, publik yang mengenal Kang TB masih berada di bawah 10 persen. Berbeda dengan Deddy Mizwar yang memiliki popularitas tinggi.

“Ternyata Pak Anton baru dikenal kurang dari 10 persen walau kapolda atau TB walau anggota DPR,” kata Deni.
Ia menduga alasan lainnya karena pasangan ini muncul paling belakang sebagai calon gubernur dibanding tokoh lain seperti Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar. Beberapa hari menjelang pendaftaran Pilkada, duet Kang TB-Anton baru dideklarasikan PDIP.

“Baru mulai sejak pencalonan, baru diperkenalkan dan belum tersebar secara meluas,” kata Deni.

Ia menekankan agar dukungan pada Kang TB bertambah maka minimal popularitas harus bisa mengejar Deddy Mizwar. Meski begitu, ia menilai ini hanya masalah sosialisasi saja.

“Kan pemilih ada yang terakses dengan media sosial, ada yang tidak. Ada yang dengar radio, ada yang tidak. Strategi sosialisasi hanya gunakan beberapa bagian dari media massa saja enggak bisa. Harus lebih,” katanya.
Dalam survei ini, dilakukan SMRC pada warga Jabar periode 1-8 Maret 2018. Jumlah sampel responden sebanyak 801 orang dipilih dengan metode multistage random sampling.

Adapun toleransi atau margin of error sebesar +- 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih diwawancarai melalui tatap muka. Lalu, quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden.(Red)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: