Inilah Tuntutan Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis

Pagi ini umat Islam Indonesia dari berbagai penjuru tengah melakukan aksi solidaritas untuk kemerdekaan Palestina di Lapangan Monumen Nasional atau Monas,Jakarta Pusat.

Aksi yang digelar oleh Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM) bertajuk ‘Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis’ pada Jumat 11 Mei 2018,yang menentang keputusan sepihak Persiden Amerika Serikat Donald Trump tentang pemindahan kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Yerussalem atau Al Quds.

Ketua Panitia Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis,Ustaz Saifuddin Ahmad Syuhada menegaskan Trump telah menantang dunia dengan keputusan tersebut. Keputusan provokatif yang diterbitkan pada 6 Desember 2017 juga ditolak hampir seluruh negera peserta sidang darurat Majelis Umum PBB pada 21 Februari 2018.

“Namun Trump sama sekali tidak mengindahkan penolakan dunia atas sikap provokatifnya itu. Amerika Serikat bahkan menegaskan akan tetap memindahkan kedutaannya pada 14 Mei mendatang. Keputusan ini bertetapan dengan 70 tahun dimulainya pendudukan Israel atas Palestina,” ujar Ahmad Syuhada.

Ustadz Syuhada menegaskan,kejadian ini sangat jelas menggambarkan sikap jahat dan zalim Presiden Trump yang menantang dunia.Oleh karena itu rakyat Indonesia mengajukan tuntutan-tuntutan sebagai berikut,sebagaimana dilansir republika.co.id.

Pertama,Majelis Umum PBB diminta untuk bersikap tegas atas pelanggaran Presiden Trump yang bertentangan dengan sembilan resolusi Dewan Keamanan PBB. Diantaranya,resolusi 242 tahun 1967,resolusi 252 pada tahun 1968, resolusi 456 dan 478 pada tahun 1980, resolusi 672 pada tahun 1990,resolusi 1397 pada tahun 2002 dan lain sebagainya.

“Kedua,kepada Organisasi Kerja Sama Islam (diminta) bersatu dan menentang keras keputusan Trump tersebut serta menggelar sidang darurat sebagai suara aspirasi umat Islam global,” ujarnya.

Ketiga,Pemerintah AS diminta membatalkan pengakuan terhadap eksistensi Negara Israel dan rencana pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem. AS juga didesak membatalkan keputusan provokatifnya yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Keempat,lanjut Ustaz Syuhada, Pemerintah Republik Indonesia diminta berjuang keras menggunakan haknya menekan OKI dan PBB. Supaya bersama-sama melawan keputusan Presiden Trump sebagaimana janji pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri selama ini bahwa Palestina berada di jantung hati kebijakan Indonesia.

“Kelima,seluruh rakyat Indonesia (diminta) terus bersatu dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina hingga mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya dari penjajah zionis Israel,” ujarnya.

Ia menyampaikan,umat Islam Indonesia diminta memperkukuh ukhuwah islamiyah dan tetap berada di bawah bimbingan ulama rabbani. Hal tersebut agar tercapai tujuan perjuangan pembebasan Baitul Maqdis dan kembalinya Masjid Al-Aqsha ke pangkuan kaum Muslimin.

Ustaz Syuhada menegaskan,seluruh elemen bangsa diminta ikut serta hadir dalam Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis pada Jumat 11 Mei 2018 di Monas, Jakarta. Peserta aksi juga diimbau menjaga kode etik peserta di antaranya senantiasa menjaga persaudaraan ketertiban, kebersihan dan keindahan lingkungan.

“(Peserta aksi diimbau) tidak membawa bendera kecuali bendera Indonesia dan Palestina,menggunakan pakaian putih-putih dan membawa atribut kepalestinaan seperti kaos,syal dan sejenisnya, tidak menggunakan atribut politik praktis,” katanya.(muslimdaily)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.