Sen. Des 9th, 2019

Kabar Berita Dan Jurnalisme Warga

Hati-hati Ternyata Google Play Store Sediakan Konten Dewasa Dengan Kata Kunci ‘Buku Cerita Anak’

Ilustrasi
Ilustrasi

Buku bermuatan konten dewasa ternyata masih tersedia di Google Play Store dengan kata kunci yang tak berhubungan yakni ‘Buku Cerita Anak’.

Hal ini tidak pantas lantaran tidak cocok jika ditampilkan sebagai hasil pencarian dari kata kunci “Buku Cerita Anak”.

Loading...

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com,padahal,Google telah memiliki aturan khusus terkait konten dan rating untuk semua yang dimuat di dalam Google Play Store.

Di dalam halaman aturan Google Play Store tertera jelas bahwa Google melarang semua aplikasi anak-anak yang mengandung tema dewasa.

“Kami melarang aplikasi yang menarik minat anak-anak tetapi mengandung tema dewasa. Kami tidak mengizinkan aplikasi yang berisi atau mempromosikan konten seksual eksplisit, misalnya pornografi.

Secara umum, kami tidak mengizinkan konten atau layanan yang ditujukan untuk memberi kepuasan seksual,”tulis Google.

Berdasarakan pantauan Kompas.com hasil pencarian tersebut akan muncul pada smartphone dengan setting antarmuka Bahasa Inggris.

Buku bermuatan konten dewasa ini akan muncul pada kategori “Movie & Books” ketika pengguna melakukan pencarian dengan kata kunci “Buku Cerita Anak”.

Dan buku-buku dengan cover gambar tak senonoh tersebut dijual dengan bebas.

Beberapa buku yang mempertontonkan gambar tak senonoh memberikan keterangan bahwa mereka tidak akan menggambarkan unsur ketelanjangan dan hanya ingin memperlihatkan unsur “seni” dari konten dewasa.

Namun jika dari covernya, tampak memperlihatkan wanita yang hampir tak berbusana.

Alangkah berbahayanya jika anak dengan mudah menemukan konten dewasa yang tak sesuai umurnya.

Dikutip Intisari dari indiatimes.com,seorang anak yang terbiasa melihat konten pornografi dapat mudah kecanduan.

Sedangkan kecanduan melihat situs pornografi dapat memberi dampak buruk bagi anak ke depannya.

Mengetahui tentang seks melalui pornografi dapat merusak pikiran anak dan memberi ide yang tidak sehat tentang seks.

Ketika mereka tumbuh dewasa, mereka mengharapkan kehidupan seks mereka menjadi serupa dengan pornografi yang mereka tonton.

Selain itu,ini dampak buruk pornografi pada anak setelah dewasa yaitu dapat mendorong anak untuk bertindak seksual terhadap anak-anak lainnya.

Anak-anak sering meniru apa yang mereka lihat,baca, atau dengar.

Studi menunjukkan,paparan pornografi dapat mendorong anak-anak untuk bertindak secara seksual terhadap anak yang lebih muda, baik saat masih remaja maupun dewasa.

Psikolog Anjali Chhabria mengatakan,pornografi dapat mengganggu perkembangan anak dan identitas.

Selama periode kritis tertentu masa kanak-kanak,otak anak sedang dalam program untuk orientasi seksual.

Selama periode itu,pikiran berkembang tentang bagaimana orang akan terangsang dan tertarik.

Sangat penting bagi orangtua adalah bersikap terbuka tentang topik pornografi dan seks, mereka harus bebas untuk mendiskusikan dan membawa topik tersebut dengan anak-anak mereka.

Pun juga menjelaskan bahwa ada beberapa hal tentang seks yang tidak boleh mereka tahu sebelum dewasa.

Anjali menambahkan,orangtua juga harus memeriksa tanda-tanda kecanduan pornografi pada anak seperti anak berada di ruangan dalam waktu lama dengan pintu terkunci, memeriksa video dan gambar, serta situs yang dikunjungi.

sumber: tribunwow

Loading...
Loading...