Hari Libur Keagamaan Dan Nasional Dilarang Kampanye

Deklarasi Kampanye Damai
Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Kota Bekasi 2018

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi menetapkan hari kampanye untuk kedua pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Bekasi 2018 selama 112 hari. KPU melarang paslon berkampanye pada hari besar keagamaan dan hari libur nasional.

 

Ketua KPU Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi mengatakan, tahapan kampanye kedua paslon telah dimulai pada 17 Februari 2018 dan berakhir pada 23 Juni 2018.

 

“Sebenarnya dari tanggal 17 Februari sampai 23 Juni itu ada 127 hari. Tetapi karena ada hari besar keagamaan dan hari besar nasional. Sehingga hanya diperbolehkan berkampanye selama 112 hari,” jelas Ucu.

 

Ia menyampaikan,  pada saat peringatan hari besar keagamaan atau hari besar nasional seluruh paslon dilarang menggelar kampanye. Dia berharap seluruh paslon bisa menaati aturan tersebut.

 

Masing-masing paslon juga diberi kesempatan untuk menggelar rapat umum yaitu, pada bulan April pada pekan kedua, dan ketiga. Selain itu, KPU akan memfasilitasi untuk menggelar debat publik sebanyak dua kali direncanakan 21 Maret 2018 dan 21 Juni 2018.

 

“Kalau untuk rapat umum bagi paslon. Yaitu jatahnya satu paslon satu kali dan itu waktunya sudah ditentukan,” terang dia.

 

Komisioner KPU Kota Bekasi Divisi Umum dan Keuangan, ada tiga kegiatan yang bisa dilakukan oleh setiap paslon selama masa kampanye. Di antaranya adalah rapat umum, rapat terbatas dan pertemuan tatap muka.

 

Ia menjelaskan, kegiatan rapat umum adalah agenda kampanye akbar di lapangan atau tempat umum. Kegiatan tersebut dilakukan hanya sekali oleh setiap paslon. Untuk rapat terbatas merupakan kampanye yang dilakukan di ruang tertutup seperti gedung.

 

“Kampanye akbar direncanakan antara Lapangan Multiguna atau Stadion Kota Bekasi,” ujarnya.

 

Sedangkan untuk pertemuan tatap muka merupakan kegiatan kunjungan para paslon ke masyarakat ataupun pasar dan tempat umum lainnya kecuali, tempat ibadah, gedung pemerintahan, dan sekolah.

 

“Untuk kegiatan rapat umum, waktu dan tempat kita yang memilihnya. Sementara dua kegiatan lain kita serahkan paslon masing-masing untuk membuat jadwal dan menentukan tempatnya. Hanya saja, untuk rapat terbatas jumlah massa kita batasi 1000 orang,” tandasnya. 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: