GSBI Kecam Tindakan Teror Peledakan Bom Bunuh Diri di Surabaya

Terkait Peristiwa tindakan teror berupa Peledakan bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya,Jawa Timur hari ini Minggu 13 Mei 2018,Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) selaku serikat buruh nasional di Indonesia yang independen, militan,patriotik dan demokratik.
Menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban,serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa selalu dalam ketabahan dan kesabaran. GSBI mengecam berbagai tindakan teror yang telah membawa korban rakyat tidak bersalah seperti yang terjadi saat ini di Surabaya-JawaTimur,atau berbagai aksi sebelumnya. 

GSBI berpendapat bahwa terorisme tidaklah berhubungan dengan keuntungan atas salah satu agama atau keyakinan tertentu. Fakta menjelaskan bahwa kelompok-kelompok yang disebut dengan teroris ternyata memiliki kedekatan dan hubungan dengan pemerintahan,seperti Al-Qaeda,Taliban hingga ISIS yang merupakan bekas binaan dari militer dan intelijen pemerintah Amerika Serikat. 

AS dan kelompok binaannya tersebut menjadi pemecah belah rakyat diberbagai negeri didunia,termasuk dalam kebencian atas nama agama maupun rasialisme dalam mendukung kebijakan dominasi ekonomi, politik hingga militer AS diberbagai kawasan. Dalam kenyataan tersebut,negara semacam AS telah menjadi pihak yang paling pertanggung jawab atas lahirnya terorisme,termasuk dalam skala global saat ini.

Rakyat di dunia termasuk di Indonesia menjadi pihak yang paling dirugikan. Situasi kecemasan,ketakutan,kehilangan nyawa hingga pecah belah terus diasah bahkan dalam keadaan tertentu dipertajam untuk kepentingan politik kekuasaan semata dari politisi.

Untuk itu GSBI Mengecam aksi teror berupa bom bunuh diri yang telah mengakibatkan jatuhnya korban dari rakyat yang tidak bersalah. Berbela sungkawa sebesar-besarnya kepada seluruh korban dan keluarganya. 

Menuntut kepada pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla untuk bertanggung jawab atas berbagai kejadian dan teror yang terjadi di Indonesia, mengusut tuntas dan bertindak nyata memberikan perlindungan dan rasa aman serta keadilan bagi seluruh rakyat serta segera Meninjau segala kebijakan anti terorisme yang justru membuat berbagai aksi teror terus meningkat saat ini.

GSBI Mengajak seluruh kaum buruh dan rakyat Indonesia untuk terus bersatu, saling peduli,saling bantu dan tidak mudah terhasut pada isu kebencian atas nama SARA. Serta menuntut kepada pemerintah Jokowi agar menghentikan segala kebijakan dan tindasan fasis yang menyebabkan lahirnya teroris di Indonesia.

Jakarta 13 Mei 2018

Dewan Pimpinan Pusat

Gabungan Serikat Buruh Indonesia (DPP. GSBI)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.