Gangguan Transmisi Jawa-Bali,PLN Bekasi Imbau Industri Gunakan Genset

PT PLN (Persero) Area Bekasi, Jawa Barat, mengimbau industri beralih menggunakan generator set sendiri menyusul gangguan transmisi listrik sistem Jawa-Madura-Bali sejak Rabu (5/9/2018).

“Kami mengimbau para pengusaha di kawasan industri di Bekasi ini untuk beralih sementara pada penggunaan genset agar kebutuhan suplai listrik bagi pelanggan rumah tangga bisa berjalan stabil,” kata Manajer Area PLN Bekasi Renny Wahyustiaswan di Bekasi,Kamis (6/9/2018).

Menurut dia,gangguan suplai listrik pada transmisi Jawa-Madura-Bali yang terjadi sejak Rabu (5/9) pukul 12.00 WIB berimbas pada pengurangan suplai daya di area pelayanan Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Ia mengatakan,pengurangan daya listrik di dua wilayah tersebut mencapai sebesar 96 MW dari total beban puncak 1.300 MW atau hanya kurang dari 10 persen.

Dikatakan Renny, gangguan suplai daya listrik di transmisi Jawa-Madura-Bali akibat padamnya 12 unit pembangkit yang delapan di antaranya berlokasi di Jawa dan empat sisanya di Bali.

“Saat ini,tinggal empat unit pembangkit daya listrik yang sedang dalam tahap pemulihan di wilayah Paiton,Probolonggo, Jawa timur. Sisanya,sudah pulih sejak Rabu (5/9/2018) pukul 23.00 WIB,” katanya.

Menurut Renny, imbas gangguan listrik di wilayah Bekasi,relatif kecil, yakni kurang dari 10 persen berkat peran sejumlah pelaku industri di wilayah setempat yang kini beralih ke pemanfaatan genset.

“Salah satunya adalah PT Gunung Garuda di Rayon Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi yang kini mengurangi pasokan daya 100 MW dari kebutuhan 215 MW untuk produksi baja,” katanya.

Berkurangnya pemanfaatan 100 MW listrik di Gunung Garuda,kata dia,kini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan suplai listrik bagi pelanggan rumah tangga di wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi sebanyak total 1.450.000 rumah tangga.

Renny juga mengerahkan personel di 10 rayon wilayah Bekasi untuk meminta pengusaha industri lainnya yang kini memanfaatkan listrik dalam skala besar untuk turut berperan menjaga stabilitas pasoakan listrik rumah tangga dengan beralih ke genset.

Ia memastikan pasokan listrik di wilayah Bekasi kembali berjalan normal pada Jumat (7/9/2018).

Namun demikian,upaya menstabilkan suplai listrik 1.650.000 pelanggan di wilayah Bekasi juga dilakukan dengan cara melakukan pemadaman bergilir dengan interval dua jam sekali.

“Tidak hanya pelanggan rumah tangga, pelanggan industri juga kita lakukan pemadaman secara bergilir maksimal setiap dua jam sekali agar tidak terlalu menganggu proses produksi mereka,” katanya.

Dikatakan Renny terdapat delapan kawasan industri yang kini terkena dampak kebijakan tersebut yakni Deltamas,Hyundai,MM2100, Jababeka, Marunda Center,Kawasan Industri Terpadu Indonesia-China,Delta Silicon, dan Bekasi Fajar.

Renny optimistis pemadaman bergilir kali ini tidak berdampak serius pada proses produksi karena mayoritas industri telah dilengkapi dengan fasilitas genset berkapasitas mulai dari 200 kVA sampai dengan dua MVA per unit.(ant)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: