Felix Siauw Bantah Tuduhan Anti NKRI Terhadap Dirinya

Ustadz Felix Siaw
Ustadz Felix Siauw

Dai remaja,Ustadz Felix Siauw merasa heran mengapa kasus persekusi terhadap para ustadz,dai atau ulama yang baru ramai akhir-akhir ini. Sebab,sejak mulai berdakwah tahun 2002 hal tersebut tidak ia jumpai.

“Saya memberikan kajian sejak 2002, ketika saya masuk Islam. Sampai tahun 2016,sama sekali tidak ada persekusi,” katanya,di Gedung Joang,Jakarta pada Kamis (12/09/2018).

“Kemudian tiba-tiba muncul persekusi. Pertanyaannya ke mana saja kemarin-kemarin kalau menganggap pengajian saya radikal dan berbahaya,” sambungnya.

Felix lalu menegaskan bahwa semua tuduhan tentang dirinya sudah ia bantah. Misalnya,tuduhan tentang anti NKRI, anti pancasila dan anti kebhinekaan.

“Tapi hanya saja tidak ada yang mempublish,” tutur pria kelahiran Palembang ini.

Terkait tindakan persekusi yang menimpa Ustadz Abdul Somad, Felix mengaku heran. Padahal UAS banyak follower dan diundang ke DPR.

“Apakah karena followernya yang 4,2 juta itu semua tuli dan buta. Apakah semua orang yang di DPR/MPR semua radikal dan menyetujui radikal,” ujarnya.

“Saya yakin tidak begitu. Yang jelas,saya pun juga siap diborgol kalau ada isi kajian saya yang dianggap melanggar hukum,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui,kasus persekusi terhadap ulama mulai marak sejak tahun 2017. Awalnya,Wasekjen MUI KH. Tengku Zulkarnain dipersekusi sejumlah warga adat Dayak di Bandara Susilo Sintang, Kalimatan Barat.

Sementara Ustadz Abdul Somad harus membatalkan janjinya untuk tausiyah di beberapa lokasi di tiga provinsi,yaitu Jawa Timur,Jawa Tengah,dan Yogyakarta karena ada penolakan dari ormas tertentu.

Kajian Felix sendiri sempat beberapa kali dibatalkan karena ditolak sejumlah ormas. Di antaranya di Masjid Manarul Islam Bangil pada Sabtu 4 November 2017 silam yang kajiannya terpaksa batal.(kiblat)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: