Erdogan: Turki akan boikot produk elektronik AS 

Presiden turki,Recep Tayib Erdogan
Presiden turki,Recep Tayib Erdogan

Presiden Recep Tayyip Erdoğan pada hari Selasa (14/08) mengatakan bahwa Turki akan memberlakukan boikot terhadap produk elektronik AS di tengah keretakan hubungan yang sedang berlangsung antara dua sekutu NATO atas sejumlah masalah.

Berbicara di sebuah simposium yang diselenggarakan oleh Yayasan Penelitian Politik, Ekonomi dan Sosial (SETA) di ibukota Ankara pada peringatan hari jadi ke-17 dari Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa (AK Party), Erdogan mengatakan: “Untuk setiap produk yang kami beli dari luar negeri dengan mata uang asing, kami akan memproduksi yang lebih baik dan menjualnya ke luar negeri. Kami akan menerapkan boikot pada produk elektronik AS.”

“Jika mereka memiliki iPhone, ada Samsung di sisi lain. Kami memiliki Vestel di negara sendiri. Kami akan menerapkan ini,”katanya.

Berdasarkan pidato Erdoğan, saham produsen elektronik Turki Vestel yang berdagang di Borsa Istanbul (BIST) meningkat sebanyak 7 persen di tengah lonjakan keseluruhan dalam indeks BIST-100 benchmark sebesar 1,1 persen.

Erdoğan menegaskan kembali pandangan pemerintah Turki bahwa penurunan lira Turki dan saham baru-baru ini disebabkan oleh serangan oleh Presiden Donald Trump dan pemerintahan AS.

“Ketika mereka gagal untuk mengatur kita apa yang mereka inginkan di lapangan, mereka tidak ragu untuk menggunakan ekonomi sebagai senjata,seperti diplomasi, seperti kekuatan militer,seperti ketidakstabilan sosial dan politik,”kata Erdogan.

Trump mengesahkan peningkatan tarif atas produk aluminium dan baja Turki pada 10 Agustus. AS juga memberlakukan sanksi pada menteri kehakiman Turki dan menteri dalam negeri atas dugaan peran mereka dalam penangkapan pastor Amerika Andrew Brunson yang ditangkap karena diduga memiliki hubungan dengan teroris PKK dan kelompok teror Gulen (FETÖ).

Pejabat Turki mengatakan bahwa kenaikan tarif tidak sesuai dengan peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), apalagi kemitraan strategis dan aliansi antara kedua negara.

Kedua negara juga bertentangan dalam kebijakan mereka di Suriah karena AS mendukung Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang didominasi oleh Pasukan Perlindungan Rakyat (YPG).(*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: