Dinas Perpustakaan Pemkot Bekasi Akui Belum Maksimal Kelola Pengarsipan

Ilusrasi perpustakaan

Ilustrasi perpustakaan

Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) Pemerintah Kota Bekasi akui belum maksimal melakukan pengarsipan dokumen pemerintahan.

“Arsip ini merupakan aset,arsip berisi informasi-informasi yang perlu dijaga dan dilindungi sampai batas waktu yang tidak ditentukan, jika arsip hilang otomatis berdampak pada hilangnya aset,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Pemkot Bekasi, Abdul Iman saat dikonfirmasi, Sabtu (1/9/2018).

Meski begitu,pihaknya terus memaksimalkan sumberdaya Arsiparis yang ada.

Saat ini petugas arsiparis di Dinasnya hanya berjumlah empat orang dan belum maksimal menjangkau arsip di tiap-tiap SKPD.

“Kami bekerja dibantu 42 tenaga arsiparis perwakilan tiap-tiap SKPD,mereka juga sebelumnya mendapatkan pelatihan persiapan dari Arsip Nasional Republik Indonesia, kedepan mudah-mudahan mereka bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” katanya.

Namun demikian,dari keseluruhan SKPD di lingkungan Pemkot Bekasi, sedikitnya ada tiga SKPD yang dinilai telah baik dalam pengelolaan kearsipan.

Ketiga SKPD itu yakni,Kecamatan Bekasi Timur,Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi,BPPT Kota Bekasi.

“Kami berharap ketiga lembaga itu bisa jadi contoh untuk lembaga atau SKPD lain dalam hal pengelolaan pengarsipan,” kata Abdul.

Tribun

You may also like...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.