Di Jatiasih,Lima Orang Meregang Nyawa Usai Pesta Miras

ILUSTRASI
ILUSTRASI

Lima orang di Jatiasih,tewas akibat pesta minuman keras (miras) oplosan yang berlangsung pada Jumat (13/4/2018) lalu.

Kelimanya tewas dalam rentang waktu berbeda dan sempat mengeluh sakit di bagian dada.

Kasus ini terjadi di Perumahan Kodau Jalan Kalaba RT 03/02, Kelurahan Jatimekar,Kecamatan Jatiasih,Kota Bekasi. Kelima pria paruh baya yang tewas bernama Imron (47), Hermadi (58), Yopi Arnes (50), Herry Zantol Baso (57) dan Alvian (52).

Pada Jumat (13/4) siang, mereka berlima menggelar pesta miras yang dibeli dari warung jamu milik Untung Husein Wargono (58) yang tak jauh dari perumahan.

Malam harinya,Imron mengeluh sakit di bagian dada dan Sabtu (24/4) dini hari meninggal dunia. Pada pgi harinya jenazah Imron dimandikan dan dikebumikan.

Bahkan empat korban yang tewas ini, sebelumnya sempat ikut membantu proses pemakaman Imron.

Seakan belum puas,keempat korban yakni Hermadi, Yopi, Herry dan Alvian kembali menggelar pesta miras pada Selasa (17/4/2018) malam.

Kali ini enam warga lainnya bernama Elvis, Buluk, Ula, Indra,Radik dan Jeki ikut dalam pesta miras tersebut.

Pada Rabu (18/4) pukul 14.00, Alvian meninggal dunia.Kepergiannya kemudian disusul Yopi yang tewas pada Kamis (19/4) pukul 00.30, Hermadi pada Kamis (19/4) pukul 01.40 dan Herry pada Jumat (20/4) pukul 08.00.

Sementara,Indra masih mendapat perawatan di rumah sakit.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Jatiasih AKP Umar Wirahadikusuma mengatakan, para korban yang meninggal dunia sebelumnya sempat mengeluh mual, napas sesak dan pandangan mata kabur.
Polisi menduga,para korban mengalami keracunan dari miras oplosan yang dibuat Untung.

“Pelaku sudah kami bawa ke kantor untuk kepentingan penyelidikan,” kata Umar pada Jumat (20/4/2018) malam.

Menurut Umar,sebelum tewas para korban smepat menjalani perawatan di rumah sakit berbeda, yakni RSUD Kota Bekasi, RS Kartika Husada dan RS Mas Mitra.

Namun, diduga mereka tidak mampu menahan bahan kandungan miras yang dicampur itu, maka korban meninggal dunia.
“Berdasarkan keterangan pelaku, dia membuat miras dengan meracik menggunakan air mineral, minuman energi, minuman soda dan alkohol 10 persen serta madu.Sebutannya Teh Pucuk,” kata Umar.

Sementara itu, adik salah satu korban Hermadi,Suryadi (52) menyayangkan adanya kejadian ini. Dia juga pernah mengingatkan sang kakak untuk berhenti mengonsumsi miras.

Adapun Hermadi tercatat sebagai warga RT 05/02 Perumahan Kodau yang biasa berinteraksi dalam satu tempat tongkrongan di Perumahan Kodau. 

“ebetulan di kompleks saya ini ada penjual minuman keras oplosan bernama Untung (55) di Jalan Kalabar Blok J Perumahan Kodau sejak setahun lalu. Tapi dua bulan belakangan muncul pesaingnya,”katanya.

Persaingan bisnis tersebut, kata Suryadi, diduga memicu tindakan nekat Untung untuk menambah kadar metanol di minuman keras oplosannya. Sejak saat itu, korban meninggal dunia mulai berjatuhan di Kompleks Kodau.
“Korban meninggal dunia yang terakhir adalah kakak saya, sementara teman-temannya lebih dulu,” ujarnya

Dia menjelaskan,peristiwa tewasnya Hermadi bermula saat yang bersangkutan tidak sadarkan diri pada Jumat (20/4) pukul 00.30 WIB dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. 

Dokter mendiagnosa sistem organ berupa lambungnya pecah dan menjalar ke organ tubuh lain,sampai akhirnya dia meninggal subuh tadi.
Insiden tersebut memicu kemarahan keluarga korban yang langsung menggerebek kios penjualan miras oplosan milik Untung dengan dipimpin Suryadi.

“Saya marah,abang saya meninggal gara-gara dagangan Untung.Saya panggil polisi sore tadi dan kita gerebek,” ujarnya.

Saat ini,Untung bersama sejumlah barang bukti dagangannya sudah disita tim kepolisian dari Polsek Jatiasih.(wartakota)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.