Di Janjikan Dana Kompensasi,TPA Burangkeng Bekasi Kembali Dibuka

TPA Burangkeng,Kecamatan Setu Kembali

TPA Burangkeng,Kecamatan Setu Kembali di buka setelah 2 minggu di tutup warga.

Warga sempat menutup akses ke tempat pembuangan akhir (TPA) Burangkeng,Kecamatan Setu, Beksi selama dua minggu. Pagi tadi, akses ke TPA tersebut kembali dibuka setelah ada kesepakatan antara warga Desa Burangkeng dengan Pemkab Bekasi soal kompensasi.

“Sudah (dibuka).Intinya pemerintah Kabupaten Bekasi berjanji memberikan kompensasi ke warga Burangkeng,”ujar Sekretaris Desa Burangkeng, Ali Gunawan, ketika dihubungi,Senin (18/3/2019).

Warga Desa Burangkeng dan Plt Kabupaten Bekasi,Eka Supri Atmaja, telah mengadakan pertemuan di rumah pribadi Eka di Lemah Abang, Kabupaten Bekasi,Minggu (17/3). Menurut Ali,Pemkab Bekasi siap memberikan kompensasi berupa uang. Namun,perlunya dasar hukum yang jelas agar tidak melanggar aturan.

“Berbentuk uang pun siap memberikan kompensasi, asal ada aturan dari jelas mengenai itu. Jadi Pemda walau memberikan (uang) jangan sampai melanggar aturan. Makanya kita ada rencana studi banding ke Kota Bekasi. Dasar hukum apa yang membuat Kota Bekasi bisa memberikan bantuan langsung tunai kepada warga yang terkena dampak TPA,” ujar Ali.

Ali belum memberi penjelasan soal jumlah uang kompensasi dan berapa KK yang menerima kompensasi. Ia masih menunggu kajian Pemkab Bekasi dengan Pemkot Bekasi.

Dihubungi terpisah, Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi,Dodi Agus Suprianto,mengatakan kompensasi tersebut bukan berupa uang tunai per KK melainkan berupa penambahan Alokasi Dana Desa (ADD).

“Kesimpulan,ADD desanya nanti ditambah karena ada sampah di situ. Nanti akan ditambah di situ, desa silahkan membuat kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat. Kegiatan-kegiatan masyarakat di sana,”ujar Dodi.

Selain dana desa,Pemkab Bekasi juga menawarkan percepatan pembangunan infrastruktur, pendidikan,serta kesehatan. “Ya perbaikan-perbaikan yang rusak-rusak,” ujar Dodi.

Sebelumnya,TPA Burangkeng ditutup paksa oleh warga sejak Senin (4/3). Warga menutup akses ke TPA karena menuntut adanya kompensasi bagi warga yang terdampak bau sampah.(dtk)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.