Di Cibarusah,Tanah Mengeluarkan Asap

Sebidang tanah di Kampung Poponcol RT 2, RW 2,Desa Ridomanah,Kecamatan Cibarusah,Kabupaten Bekasi mengeluarkan asap. Kejadian yang berlangsung sejak sebulan lalu itu membuat warga heran.

Berdasarkan pantauan pada Selasa 6 November 2018, lokasi tersebut berada di kebun kosong yang ditumbuhi berbagai jenis pohon.

Untuk menjangkau lokasi itu, warga harus berjalan kaki melewati tembok belakang rumah warga, lalu menembus pemakaman di hutan bambu.

Asap keluar di sebidang tanah dengan panjang sekira empat meter dan lebar satu meter. Asap keluar dari tanah yang berubah warna menjadi hitam. Kerikil batu yang berada di permukaan tanah pun berwarna hitam seperti terbakar.

Permukaan tanah yang menghitam mengeluarkan suhu panas. Ranting-ranting pohon di sekitarnya turut menghitam akibat suhu panas itu. Kemudian, di sekitar lokasi tercium aroma menyerupai bau gas pemantik api.

“Kalau kemarin hujan, itu asapnya tambah banyak. Mengepul begitu seperti di pabrik genting, asapnya tinggi,” kata Emak (73), warga yang rumahnya paling dekat dengan lokasi tanah berasap tersebut.

Desa Ridomanah menjadi salah satu daerah penghasil genting di Kabupaten Bekasi. Maka dari itu, warga memahami proses produksi genteng.

Sempat keluar api

Ketua RT setempat, Uman Luki mengatakan, laporan keluarnya asap itu pertama kali diterima dari warga sekitar sebulan lalu. Namun, volume asap yang keluar semeningkat sekitar sepekan terakhir. Bahkan sempat mengeluarkan api.

“Kemarin sempat keluar api kecil, ini juga ranting-ranting kebakar. Asapnya juga keluar, lalu kemarin sempat hujan lebat disertai angin di sini, tapi asapnya tidak padam, malah semakin banyak. Sekarang mulai berkurang lagi, tapi masih keluar,” ucapnya.

Tanah tersebut, kata Uman, sebelumnya dimiliki warga sekitar. Namun, karena pemiliknya meninggal dunia, tanah diwariskan kepada anak-anaknya, lalu dijual. “Dijualnya kepada orang Jakarta tiga tahun lalu,” ucapnya.

Uman mengatakan, kondisi tanah di lokasi tersebut terbilang berbeda dengan jenis tanah di sekitarnya. Warna tanah terlihat lebih gelap dengan suhu lebih hangat.

“Memang kalau dilihat, tanah ini warnanya hitam semua seperti tercampur minyak atau gas tapi tidak keluar asap, hanya bidang tanah ini yang mengeluarkan asap,” ucap dia.

Uman, yang sejak tahun 1981 bermukim di Ridomanah megatakan, kondisi tanah yang menghitam sempat diperiksa oleh seseorang yang mengaku ahli mengukur kandungan tanah. Hasilnya, ditemukan kandungan bahan bakar di dalam tanah.

“Katanya ada kandungan bahan bakar, tidak tahu bahan bakar jenis apa. Hanya, katanya masih rendah, tidak cukup untuk menutupi modal (pengeboran). Mungkin katanya kalau dieksplorasi, tidak menguntungkan. Pemeriksaannya sudah dilakukan sekira sepuluh tahun lalu,” ucap dia.

Di tempat lain

Iwan, salah seorang staf desa menyebut, kepulan asap yang muncul saat ini menjadi kali kedua. Sebelumnya, asap keluar di titik lain, sekitar 10 meter dari lokasi terkini.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya sudah memantau kondisi tersebut ke lapangan. Dari hasil pantauan, keluarnya asap dari tanah itu akan dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena berkaitan dengan pertambangan.

“Tadi saya juga sudah menghubungi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk sama-sama memantau. Dari pantauan langsung, ini berkaitan dengan pertambangan yang sekarang kewenangannya ada di Pemerintah Provinsi. Maka dari itu, dari hasil pantauan BPBD dan DLH, akan digabungkan untuk selanjutnya dilaporkan ke Pemerintah Provinsi,” ucap dia.

sumber: PR

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.