Di Bintara,Geng Motor Sabet Pedagang Sate Pakai Celurit 

Ilustrasi geng motor
Ilustrasi geng motor

Seorang pedagang sate Madura bernama Muhammad Yusron (19) diserang sekelompok geng motor Jalan Bintara 17, Bekasi Barat,Kota Bekasi,Selasa,7 Agustus 2018  pukul 03.00 WIB.

Yusron mengalami luka sabetan celurit pada tujuh titik yang menyebar di tubuh. Serangan yang dilakukan geng motor itu mengincar handphone (HP) pedagang tersebut.  

Geng Motor di Bekasi Aniaya 3 Pemuda, Bermula dari Perkenalan Wanita

Geng Motor di Bekasi Berulah, Aniaya 3 Pemuda di Warung Kopi

Dua Pemuda Korban Geng Motor Karawang Terluka di Kepala dan Punggung

Kejadian berawal saat korban yang baru selesai berjualan sate sedang duduk di bangku warteg bersama Saiful (19) rekan sesama pedagang. Keduanya yang sama-sama baru selesai berjualan kemudian bermain handphone di depan jalan hingga pukul 03.00 WIB.

Saiful, teman korban menunjukkan lokasi pembacokan di
Saiful, teman korban menunjukkan lokasi pembacokan di jalan bintara 17 (kriminologi.id)

Ketika sedang asik bermain handphone, dari arah belakang Jalan Bintara 17, datang seorang pelaku berjalan kaki menuju tempat nongkrong Yusron dan Saiful, tepatnya di warteg milik ibu Watem (45).

Satu pelaku yang berjalan kaki mendatangi kedua korban yang sedang duduk, kemudian disusul rekan pelaku lainnya menggunakan tiga sepeda motor. 

Mereka datang dan sempat berhenti di samping warteg. Satu pelaku dengan membawa senjata tajam jenis celurit kemudian turun dari sepeda motornya. 

Kedua korban diminta menyerahkan handphone miliknya. Saiful yang ketakutan menyerahkan handphonenya, sementara Yusron mencoba melarikan diri. 

Melihat incarannya melarikan diri, satu pelaku yang membawa celurit kemudian mengejar korban. Yusron sempat berlari sekitar 8 meter dan berujung duel.

Yusron tumbang setelah celurit pelaku melukai bagian tangan kiri, dan kedua pahanya. Yusron mengalami luka sabetan celurit di tujuh titik.

Usai melukai korban dan berhasil mengambil handphone milik Saiful, para pelaku langsung melarikan diri ke arah belakang Kecamatan Bekasi Barat. 

Warga yang melihat kejadian langsung berusaha menolong korban. Berdasarkan keterangan warga yang juga pemilik warteg bernama Watem, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur untuk mendapatkan perawatan.

“Langsung dibawa sama warga ke RS Islam Pondok Kopi, dibawa pake motor, dia pedagang sate sama nasi bebek, “kata Watem kepada Kriminologi.id, Rabu, 8 Agustus 2018.

Di lokasi kejadian terlihat banyak bercak darah ada sekitar 15 bercak darah dari lokasi pembacokan hingga kedepan Jalan Bintara 17.

“Iya itu abis dibacok, si Yusron jalan aja kerasanya pas di depan, ternyata dia dapet luka,”katanya.

Saat ini kasus penyerangan terhadap dua pedagang telah dilaporkan ke Mapolsek Bekasi Kota.(kriminologi.id)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.