Buruh Di Perusahaan Ini Sudah menikmati Kenaikan UMSK 2019 Di Atas Ketentuan PP78

PT.KFN

PT.Komponen Futaba Nusapersada,perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan knalpot (Mufler) mobil yang berlokasi di daerah bantargebang kota Bekasi,Jawabarat.

Hiruk pikuk perjuangan upah di beberapa wilayah sampai hari ini masih intens di jalankan oleh hampir semua serikat buruh Terutama perjuangan upah sektoral,karena mengingat ada beberapa jenis usaha yang berjalan di negri ini,sehingga sah sah saja ketika buruh meminta kepada pemerintah bahwa salah satu syarat penentuan upah adalah berdasarkan kepada sektor usaha yang di jalankan oleh pengusaha.

Pemerintah telah mengatur bagaimana mekanisme kenaikan upah dengan menerapkan PP/78/2015 yang mewajibkan kepada pelaku usaha dalam menentukan upah hanya berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi.

Supriyanto,ketua advokasi GSBI PT.KFN Saat dimintai keterangan terkait belum di sahkannya UMSK 2019 di kota Bekasi

“Penetapan UMSK melalui mekanisme PP78 hal tersebut justeru menimbulkan persoalan baru bagi kalangan buruh dan berdampak kepada semakin maraknya aksi turun ke jalan sebagai bentuk reaksi kepada pemerintah.”kata Supriyanto ketua Advokasi GSBI PT.KFN,Ahad (17/3/2019).

Supriyanto,kepala bidang Advokasi

Supriyanto,kepala bidang Advokasi serikat buruh GSBI PT.KFN

Selain itu menurut supriyanto,produk haram ini justru menambah rentetan persoalan baru buat pemerintah,pengusaha dan dewan pengupahan kota,kabupaten/propinsi karena dalam penentuan upah sektoral ini di kembalikan melalui pengusaha sektoral dan wakil serikat pekerja sehingga berdampak tarik ulur karena unsur kepentingan.

“Sebagai bukti dan contoh konkrit di beberapa wilayah di jawa barat kususnya kota bekasi sampai hari ini pihak walikota belum merekomendasikan serta menentukan kenaikan upah sektoral 2019 yang berakibat membuat ketidakjelasan nasib buruh yang bekerja di industri sektoral”katanya.

Seharusnya Kata supriyanto, para buruh sudah bisa menikmati kenaikan
Upah di atas ketentuan pemerintah namun sampai hari ini belum bisa mereka nikmati kenaikan UMSK tersebut.

“Atas dasar analisa organisasi dan realitas yang ada maka kami Serikat buruh metal dan elektronik-Gabungan serikat buruh indonesia (SBME-GSBI) PT.KFN nggak mau berpangku tangan menunggu kepastian yang tidak jelas,maka kami mengambil langkah dengan berjuang untuk mendapatkan kenaikan di atas ketentuan umk/umsk diatas PP/78/2015.” ungkapnya.

Atas dasar pejuangan kolektif dan mendapat dukungan dari seluruh anggota GSBI,buruh PT.KFN sudah menikmati upah di bulan januari 2019.

“Pujii syukur alhamdulilah per 1 januari 2019 di perusahantempat kami bekerja,kami sudah bisa menikmati kenaikan upah sebesar 9.4% dari target kita 10 %,Semoga ini menjadi inspirasi,spirit dan semangat juga contoh bahwa jika kita mau siap dan di dasari investigasi yang menyeluruh,yakin kita bisa.”pungkasnya.(Ms)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.