Bank Sampah Di Kota Bekasi Mencapai 1.030 Unit 

Peran bank sampah sangat membantu Pemerintah Kota Bekasi dalam menangani sampah karena dapat membantu memilah, mendaur ulang hingga mengubah sampah menjadi pupuk kompos.

Berdasarkan catatannya,Kota Bekasi memproduksi sampah sebanyak 1.700 ton dalam satu hari.

Hingga saat ini,Kota Bekasi baru dapat mengelola 600 ton dalam satu hari ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu.

Artinya masih tersisa 1.100 ton sampah yang tidak terangkut di lingkungan warga sekitar.

Hal inilah yang menjadi fokus Pemerintah Kota Bekasi untuk menumbuhkan rasa kecintaan warga terhadap lingkungan melalui bank sampah.

Sugiono,Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, mengatakan, jumlah bank sampah di Kota Bekasi saat mencapai 1.030 unit.

Akan tetapi hanya 211 bank sampah yang telah mandiri dan produktif dalam mengolah sampah, sedangkan 819 bank sampah belum beroperasi maksimal.

Meski demikian,Sugiono mengklaim keberadaan bank sampah di Kota Bekasi bertambah dibanding tahun lalu dengan total 911 unit.

“Tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan cukup tinggi. Masyarakat sudah menjadikan bank sampah menjadi klinik, mereka mengikuti aturan main seperti mulai memilah sampah organik dan non organik,” kata Sugiono beberapa waktu lalu.

Menurut Sugiono,elemen masyarakat sudah banyak yang terlibat dalam bank sampah.

Contohnya keterlibatan Karang Taruna, organisasi kemasyarakatan (ormas) di setiap kecamatan. Bahkan mereka juga ikut mengubah sampah menjadi pupuk, souvenir dan bio gas.

“Setiap enam bulan kami menggelar pameran daur ulang sampah melakukan pameran daur ulang sampah setiap enam bulan sekali di Mal Grand Galaxy Park (GGP),” katanya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: