Amerika Berencana Pindahkan Tahanan ISIS Dari Suriah Ke Guantanamo

Kondisi penjara Guantanamo
Kondisi penjara Guantanamo

Seorang pejabat militer AS mengatakan bahwa penjara di Teluk Guantanamo disiapkan untuk menerima tahanan baru. Pada bulan Januari,Trump mengatakan bahwa anggota ISIS yang ditahan akan berakhir di penjara tersebut.

“Kami memiliki 41 tahanan yang ada di sana sekarang. Kami siap untuk menerima lebih banyak jika mereka diarahkan pada kami,”kata Laksamana Kurt Tidd,yang mengawasi Komando Selatan militer Guantanamo,kepada anggota parlemen.

“Mulai hari ini kami belum diberi perintah peringatan bahwa tahanan baru mungkin menuju ke arah kami,tetapi tanggung jawab kami adalah untuk mengintegrasikan mereka secara efektif,” tambahnya.

Para pejabat militer AS telah secara terbuka mendiskusikan nasib tahanan ISIS,terutama pejuang asing yang ditahan oleh milisi Kurdi dukungan AS di Suriah utara.

Penjara Guantanamo dibuka oleh mantan Presiden George W Bush untuk menahan para tersangka terorisme yang ditangkap di luar negeri setelah serangan 11 September 2001. 

Kerap muncul laporan praktik-praktik penyiksaan brutal oleh para interogator terhadap para tahanan.

Penerusnya,Barack Obama diklaim mengakhiri penggunaan teknik interogasi brutal melalui perintah eksekutif pada Januari 2009 dan mengurangi populasi narapidana menjadi 41. 

Namun,janji untuk menutup penjara tak juga ditunaikan.

Presiden Donald Trump bulan lalu menandatangani sebuah perintah eksekutif yang membatalkan rencana 2009 dengan memperkuat opsi pembukaan Guantanamo.

Penjara itu belum menerima narapidana baru sejak 2008. Namun,Trump bersumpah untuk mengisinya kembali dengan para tersangka “teror” AS untuk diadili. 

 (Sumber: Middle East Eye/kiblat)

Tinggalkan Balasan