Aliansi Buruh Kota Bekasi Gelar Aksi Tuntut Penetapan Upah Sektoral 2018

Tolak upah murah (FPBI)

Tolak upah murah (FPBI)


Ratusan buruh kota bekasi yang tergabung dalam Aliansi Buruh Kota Bekasi menggelar aksi di depan walikota bekasi rabu (21/3/2018). Aksi yang di mulai pada pukul 09.00 WIB ini menuntut kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk segera menetapkan UMSK (Upah Minimum Sektoral Kota). Apindo Kota Bekasi menjanjikan akan melakukan perundingan pada pukul 12.00 WIB, dan buruh tetap melakukan aksi untuk mengawal perundingan tersebut.

“Kabupaten Bekasi sudah,Jakarta sudah, kenapa Kota Bekasi belum juga ditetapkan UMSK. Jika tidak segera ditetapkan, kita akan bertahan sampai malam disini,” teriak salah satu orator di mobil komando.



Masih belum ditetapkannya UMSK di Kota Bekasi merupakan tindakan penekanan agar upah tetap rendah. Hal ini akan menjadikan buruh semakin jauh dari kesejahteraan.Politik upah murah semakin terlihat dengan adanya PP 78/2015 yang membatasi kenaikan upah buruh.

Menurut Ketua Cabang FPBI Kota Bekasi bahwa upah merupakan urat nadi bagi kaum buruh.Harga barang selalu naik, TDL juga naik, namun upah buruh tidak juga kunjung naik. “Solusi bagi kesejahteraan buruh adalah harus ada kebijakan Upah Layak Nasional, disitu kenaikan upah bukan hanya berbicara kuantitas tapi juga kualitas upah,” ungkap Agus To.


Agus To menambahkan bahwa selain menuntut Upah Layak Nasional,buruh juga harus terus mengkampanyekan terkait penolakan PP 78/2015, dan terkhusus untuk buruh Kota Bekasi saat ini agar tetap semangat menuntut kepada pemerintah segera menerapkan UMSK Kota Bekasi agar buruh sedikit tertolong dengan adanya kenaikan nominal upah buruh.


Aliansi Buruh Kota Bekasi merupakan wadah persatuan buruh yang didalamnya tergabung beberapa Serikat Buruh/Serikat Pekerja antara lain FPBI-KPBI,GSBI, FSPMI-KSPI, PPMI-KSPSI, SPM PT Pas, dan lain-lain.(red)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.