Ada Kampung Narkoba di Bekasi

Hh

Kepolisian Resor Metro Bekasi berhasil menungkap keberadaan daerah yang kerap dijadikan pusat penjualan narkoba dan obat-obatan terlarang. Pengungkapan itu dilakukan setelah Satuan Reserse Narkoba menggelar razia berskala besar pada Operasi Nila Jaya 2018.

Lokasi tersebut berada di Kampung Harapan Baru Desa Cikarang Kota Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Kepala Satres Narkoba Arlon Sitinjak menyatakan,peredaran narkoba di lokasi tersebut tergolong tinggi.

“Jadi ini lokasinya sebenarnya lahan terbuka tapi banyak bangunan-bangunan liar,bangunan semi permanen. Di lokasi itu banyak terjadi transaksi narkoba dan obat-obatan terlarang,” kata Arlon saat menggelar konferensi pers di Mapolrestro Bekasi, Kamis 27 September 2018.

Pengungkapan “kampung narkoba” ini dilakukan setelah polisi mendapat banyak laporan masyarakat terkait peredaran narkoba. Selain itu, dari berbagai kasus narkoba yang diungkap,beberapa di antaranya mendapat narkoba dari lokasi tersebut.

Berbekal informasi akurat,Satres Narkoba lantas menggelar razia berskala besar dengan menurunkan 50 personel, termasuk polisi militer,Selasa 25 September 2018. Dari hasil razia tersebut, delapan tersangka diamankan.

“Kedelapan tersangka ini diamankan sebagai pengedar. Potensi pengedarnya kami yakini masih banyak tapi beberapa di antaranya melarikan diri,” kata Arlon.

Selain delapan pengedar,polisi menangkap tiga penjual obat-pbatan terlarang yakni S (27), SB (57) serta seorang ibu rumah tangga O (60). Dari tangan mereka polisi mengamankan 940 butir pil eximer, 679 pil tramadol serta 350 butir pil trihexyphenidil.

“Di lokasi tersebut memang peredaran terbilang tinggi. Kemudian meski banyak bangunan liar namun terbilang padat penduduk. Peredaran di sana pun tertutup tapi ada yang terbuka. Banyak orang yang cari barang larinya ke lokasi ini. Namun berhasil kami ungkap dan terus akan kami kembangkan,” ucapnya.

Operasi


Pengungkapan ini dilakukan dalam Operasi Nila Jaya 2018 yang digelar 12-26 September 2018. Dari operasi selama dua pekan itu, total 34 tersangka berhasil ditangkap dari 29 kasus. Penangkapan dilakukan Satres Narkoba (25 tersangka) dan jajaran polsek (9 tersangka).

“Dari hasil operasi ini, kami dapati barang bukti berupa sabu seberat total 67,18 gram kemudian ganja 78,79 gram dan ekstasi lima butir,” kata Arlon. Jumlah tersebut jika dinominalkan dapat mencapai Rp 120 juta.

Dari 34 tersangka tersebut, tiga di antaranya merupakan target operasi yang selama ini dalam pengejaran. Target pertama yakni EB (36), tersangka pengedar. EB  ditangkap di Tambun Selatan dengan barang bukti sabu dengan berat mencapai 25,67 gram. Sabu tersebut didapat dari 10 paket siap edar dan satu paket besar. Arlon menyebut, Eb merupakan target operasi Satres Narkoba.

“Berawal dari penangkapan S beberapa waktu lalu, kami lakukan pengembangan. EB lantas kami tangkap di Kampung Buwek Desa Trodaya Sakti Tambun Selatan, tepatnya di depan rumah pengedar lainnya, yakni E yang saat ini masih dalam pengejaran,” kata Arlon.

Kemudian target operasi berikutnya yakni TW (37) yang ditangkap bersama dua tersangka lain yakni ASD (24) dan SF (25). Mereka ditangkap di sebuah kontrakan di Desa Serang Kecamatan Cikarang Selatan dengan barang bukti 10 paket sabu dengan berat 4,7 gram.

Selanjutnya target operasi ketiga yakni AR (20) yang ditangkap pinggir jalan di Desa Cibatu Kecamatan Cikarang Selatan. Dia ditangkap bersama JS (25) yang diduga tengah bertransaksi narkoba. “Saat digeledah, dari tubuh AR kami temukan 1 paket narkoba jenis sabu cukup besar dengan berat mencapai 12,94 gram,” ucap Arlon.

Diungkapkan Arlon,sebanyak 34 tersangka yang diamankan itu ditetap statusnya sebagai pengedar. Maka dari itu, polisi menjerat mereka dengan pasal 112 ayat 1 Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancamannya penjara 12 tahun penjara,” kata dia.(PR)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: